Ini Opsi Dinsos Jabar Mengatasi Anggota Eks Gafatar Asal Jabar

Anak-anak Eks Gafatar di penampungan.

Anak-anak Eks Gafatar di penampungan.

POJOKBANDUNG.com, CIMAHI–Sejumlah opsi disiapkan pemerintah Provinsi Jawa Barat dalam proses tindak lanjut pengurusan warga mantan Gerakan Fajar Nusantara (Gafatar) asal Jawa Barat. Sebagian dikembalikan ke domisili asal, yang lainnya disiapkan untuk disertakan dalam proses transmigrasi.


Opsi transmigrasi mengemuka karena dari jumlah kloter pertama sebanyak 192 orang, 30 persennya menolak pulang dengan alasan sudah tidak punya tempat tinngal di daerah asalnya.

Seperti diketahui, saat ini mantan anggota Gafatar kloter pertama ditampung di Balai Pemberdayaan Sosial Bina Remaja (BPSBR) Dinas Sosial Provinsi Jawa Barat, Jalan Amir Mahmud, Cimahi, sejak kedatangannya Selasa (26/1) malam lalu.
“Ada alternatif (warga mantan Gafatar) ditransmigrasikan. Jadi khusus utuk korban ini dilakukan tramsigrasi khusus dan menjadi proiritas, sesuai arahan kementrian sosial,” ujar Kepala Bidang Bantuan dan Perlindungan Sosial, Dinas Sosial Provinsi Jawa Barat, Barnas Ajidin usai kunjungannya ke Pemberdayaan Sosial Bina Remaja (BPSBR) Dinsos Jabar di Cimahi, Rabu (27/1).

Adapun daerah transmigrasi yang menjadi prioritas pertama adalah daerah Kalimantan Timur dan Kalimantan Utara. Meski begitu, untuk mekanismenya pihak Dinsos masih belum bisa mengatakan secara rinci.

Saat ini ia mengaku fokus melakukan proses identifikasi dan melakulan assesmen (pendataan). Hal tersebut dirasa penting untuk menentukan langkah selanjutnya seperti apa.

Pihaknya pun belum mengetahui berapa jumlah dari masing-masing kabupaten dan kota yang menjadi tujuan akhir warga mantan anggota Gafatar.

“Jadi, nanti (warga) yang tidak disertakan transmigrasi (masih ada tempat tinggal) akan dikembalikan. Nah, kondisinya seperti apa kami belum tahu apakah
kalau kembali ada yang menerima atau tidak,” terangnya.

Jika ada yang ditolak oleh warga atau keluarga yang bersangkutan, pihaknya mengaku masih merumuskan solusi dan langkah untuk mengatasi hal tersebut.

“Kemungkinan penolakan itu bisa saja terjadi. Solusinya masih terus dibahas oleh kami,” ucapnya. (bbb)

Loading...

loading...

Feeds

Rizieq Syihab Terancam Pidana

Pimpinan Front Pembela Islam (FPI) Rizieq Syihab telah meninggalkan Rumah Sakit (RS) Ummi di Kota Bogor, Sabtu (28/11).