Bermodus Rekrut Pekerja Via Medsos, Pria Ini Tipu Pencari Kerja

POJOKBANDUNG.com, DAYEUHKOLOT– Seorang warga Kampung Cipicung Kelurahan Baleendah, Kecamatan Baleendah Kabupaten Bandung ditangkap Polsek Dayeuhkolot karena melakukan penipuan.


Kapolres Bandung, AKBP Erwin Kurniawan, mengatakan, penangkapan pria berinisial ACR (26) tersebut, karena ada laporan dari warga yang mengaku telah ditipu oleh tersangka.

Modus yang dilakukan oleh ACR adalah, memasang pengumuman di media sosial jika perusahannya membutuhkan sejumlah tenaga kerja yang akan ditempatkan di sejumlah tempat seperti Hotel Ibis dan the Trans Luxury Hotel.

“Tersangka mengaku bernama Indra Hermawan menjabat sebagai HRD PT Buana Intan Sejahtera yang merupakan perusahaan penyedia jasa tenaga kerja,” ujar Erwin, Rabu (27/1).

Padahal, PT tersebut hanya merupakan akal-akalan tersangka untuk bisa menarik perhatian korbannya. Terbukti, tujuh orang pelamar terjerat oleh pengumuman tersangka di media sosial tersebut.

Tujuh warga yang berasal dari Kabupaten Bandung, Kota Bandung, dan Kabupaten Bogor pun mengirimkan surat lamaran kepada tersangka.

Oleh tersangka, para korban diwawancara di sebuah kontrakan di kawasan Kampung Cisirung, Kelurahan Pasawahan, Kecamatan Dayeuhkolot.

“Padahal perusahaan itu fiktif. Korban setelah diwawancara, kemudian diminta biaya administrasi sebesar Rp 800 ribu yang bisa dicicil. Untuk tahap pertama, korban dimintai Rp400 ribu, setengahnya bisa dibayar setelah ditempatkan di tempat kerja yang dijanjikan,”ungkap Erwin.

Setelah beberapa hari, tersangka kemudian mengirimkan SMS kepada korban. Melalui sebuah aplikasi SMS one way, nama pengirim SMS adalah perusahaan yang dijanjikan seperti Ibis Hotel. Dalam SMS tersebut, dikatakan Korban telah diterima sebagai karyawan.

“Padahal, itu sms palsu yang dikirimkan tersangka. Korban yang datang ke hotel yang dijanjikan merasa tertipu dan akhirnya melaporknanya kepada polisi,”katanya.

Ketujuh korban ini, katanya, melakukan wawancara kerja palsu itu pada November 2015. Baru beberapa saat setelah tanggal mereka dijanjikan mendapat panggilan kerja lewat, mereka melapor pada 26 Desember 2015 dan akhirnya polisi bisa menangkap tersangka pertengahan Januari 2016.

Polsek Dayeuhkolot pun mengamankan enam lembar surat perjanjian pembayaran uang dan lima lembar formulir pelamar kerja dari tangan tersangka. Tersangka dijerat KUHPidana Pasal 374 jo Pasal 372 dengan ancaman hukuman penjara selama delapan tahun.

Kapolres mengimbau warga pencari pekerjaan untuk selalu mewaspadai modus-modus penipuan seperti ini. Biasanya, penipu selalu meminta sejumlah uang sebagai syarat lamaran kerjanya. (mld)

Loading...

loading...

Feeds