Anggota Eks Gafatar Asal Jabar Kebingungan Selepas dari Kalimantan

Anak-anak Eks Gafatar di penampungan.

Anak-anak Eks Gafatar di penampungan.

POJOKBANDUNG.com, CIMAHI–Salah seorang mantan anggota Gafatar asal Jabar, Asep Kiki Jaka Sumpena (53) mengaku bingung terkait masa depannya selepas kembali dari Kalimantan.


Pria yang baru dua bulan pindah ke Kota Singkawang, Kalimantan Barat itu sudah menjual aset di tempat tinggal sebelumnya di Bogor, dengan total Rp 100 juta.

“Saya sudah jual rumah di Bogor buat modal. Totalnya Rp 100 juta. Saya beli tanah di Kalimantan seluas 2 hektare dan aset barang bergerak seperti motor,” paparnya.

“Sekarang mau pulang kemana. Semua harta dan modal ada di Kalimantan,” lanjutnya.

Ia berharap ada kompensasi dari pemerintah. Pasalnya, ia dan keluarganya dipaksa meninggalkan kehidupan yang diimpikan untuk hidup layak.

“Jangan sampai menimbulkan masalah baru, kami bukan barang mati yang bisa diambil dan disimpan di suatu tempat. Saya harap ada kompensasi dari pemerintah,” imbuhnya.

Ditemui di tempat yang sama, Wakapolda Jabar Brigjen Pol Muhamad Taufik membenarkan bahwa dari hasil pendataan sementara, dari 192 orang, sekitar 30 persen menolak kembali pulang ke daerah asalnya karena mereka tidak punya tempat tinggal.

“Alternatif sementaranya akan ditransmigramsikan, ke Kalimantan Timur dan Kalimantan Utara. Tapi itu masih rencana,” ujarnya usai kunjungan ke penampungan eks Gafatar di Pemberdayaan Sosial Bina Remaja (BPSBR) Dinsos Jabar di Cimahi, Rabu (27/1).

Mengenai pengembalian warga ke tempat asal, Taufik menegaskan akan memberikan jaminan keamanan di setiap Kabupaten dan kota warga selama proses pengembalian.

“Jika nanti ada proses pengembalian warga (ke daerah asalnya), kami akan jamin keamanan dan keselamatannya. Saat ini kami berkoordinasi dengan Dinsos untuk data warga, agar tahu berapa jumlah masing-masing daerahnya,” pungkasnya.

Jaminan keamanan dan keselamatan pun dilakukan selama warga mantan anggota Gafatar menjalani masa pembinaan di BPSBR Dinas Sosial Provinsi Jawa Barat, termasuk ikut serta melakukan pembinaa.

“Kami akan berikan pembinaan, penanganan kepada warga (mantan anggota Gafatar) supaya memiliki daya tahan, dan tidak mudah dipengaruhi lagi,” ujarnya.

Disinggung keluhan warga mantan anggota Gafatar terkait pengamanan aset (harta benda) yang masih berada di Kalimantan, pihaknya akan berkoordinaksi dengan Pemerintah Provinsi Kalimantan dan Pemerintah Provinsi Jawa Barat. (bbb)

*****

Loading...

loading...

Feeds

Momen RAFI 2021, Telkomsel Siaga Maksimalkan Jaringan

POJOKBANDUNG.com, JAKARTA- Telkomsel siap memastikan ketersediaan kualitas jaringan dan layanan yang prima demi menghadirkan pengalaman digital untuk #BukaPintuKebaikan bagi masyarakat …

PDRI Siap Kawal Distribusi KIP Kuliah Merdeka

POJOKBANDUNG.com, BANDUNG – Persaudaraan Dosen Republik Indonesia (PDRI) akan memantau dan mengawal distribusi penyaluran Kartu Indonesia Pintar (KIP) Kuliah Merdeka …