Kelor, Aplikasi Mobile Android Layani Pelaku UMKM

POJOKBANDUNG.com, BANDUNG— Memasuki awal 2016, sekumpulan anak muda Bandung, khusus pengembang perangkat lunak teknologi informasi, berinovasi dengan meluncurkan aplikasi mobile berbasis android, yakni aplikasi navigasi pencari jasa layanan guna mengakomodir kebutuhan pasar pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).


Aplikasi ini menjadi wadah tempat bertemunya antara penyedia jasa layanan (barang dan jasa) dan masyarakat konsumen. Melalui aplikasi ini, setiap kebutuhan konsumen akan menemukan penyedia jasa akan dipandu melalui kordinat di peta digital yang tersambung pada google maps atau waze.

Aplikasi yang diberi nama Kelor ini diharapkan membentuk banyak komunitas pasar di cyberspace , yakni berkumpulnya penyedia jasa layanan formal dan non-formal yang sehari-hari dibutuhkan masyarakat, seperti jasa service elektronik, pertukangan, perbengkelan, kuliner, depo sembako, dan lainnya.

Aplikasi Kelor versi 1, resmi diluncurkan di App Store (Google Play) pekan lalu, dan dapat diunduh gratis serta bisa langsung digunakan bagi pemakai smartphone. Meski baru berjalan pada flatform android, Kelor juga dalam waktu dekat segera merilis flatform untuk IOS atau Blackberry.

Pengembang Kelor, Dadan Darmawan (28) mengatakan, cara kerja aplikasi Kelor mengacu dan terhubung pada google maps, yakni menemukan kordinat penyedia jasa yang dibutuhkan pada posisi terdekat pada radius 2-3 kilometer . Namun Kelor melengkapi apa yang tidak ada di Google Maps yakni fasilitas fitur nomor kontak, sms, dan chat.

“Ketika konsumen menemukan penyedia jasa layanan, konsumen bisa langsung melakukan kontak telepon, sms, atau langsung chatting seperti halnya aplikasi media sosia,” ucapnya.

Dadan menyebut, dirinya bersama rekan-rekan membuat aplikasi Kelor dari pemikiran sederhana, yakni coba memberi kesempatan yang sama terhadap pelaku UMKM agar bisa bersaing dan mendapatkan konsumen lebih luas, tanpa mengenal batas wilayah melalui teknologi komunikasi.

Siapa pelaku UMKM dimaksud, dia berpendapat bahwa siapapun mereka yang memiliki usaha jasa layanan maupun jasa barang yang dibutuhkan oleh masyarakat. Cukup mendonwload aplikasi Kelor pada smartphone dan bisa langsung menawarkan jasanya ke masyarakat, dimanapun dan kapanpun, sesuai keinginan mereka.

Ada dua pilihan pintu masuk pendaftaran pada aplikasi Kelor, yakni sebagai konsumen atau penyedia jasa. Guna memudahkan, pendaftar cukup mencantumkan nomor telepon GSM, email, serta mengisi deskripsi usaha yang ditawarkan berserta alamat. Setelah menyetujui persyaratan, nama dan nomor kontak penyedia teregister secara otomatis dalam sistem database dan administasi Kelor. Dengan demikian, nama penyedia jasa bisa terdetektsi dan ditemukan oleh mesin pencari Kelor.

“Misalnya seorang penyedia jasa layanan non-formal. Seperti usaha bengkel kecil atau montir, selagi dia memiliki smartphone bisa mempromosikan jasa layananan di Kelor. Atau usaha jasa tambal ban yang terkesan tidak diperhitungkan, padahal sangat dibutuhkan. Konsumen akan mudah menemukan keberadaannya di Kelor ketika dibutuhkan urgent,” paparnya.

Dia menjelaskan, posisi Kelor tidak menjadi operator atau memanajemen antara konsumen dan penyedia jasa, namun hanya sebagai medium atau wadah guna mempertemukan antara konsumen dan produsen sampai saling berinteraksi di dunia maya.

“Namun ketika interaksi berkelanjutan, sampai mengarah pada transaksi, tetap akan memaksa kedua belah pihak harus bertemu secara fisik di dunia nyata. Jadi fungsi Kelor dari sudut padang konsumen hanya mencarikan jasa layanan dari mesin navigasi pencari, dimana posisi kordinat sebuah jasa layanan dapat ditemukan,” kata pria yang akrab disapa Ibonk ini. (*/nto)

Loading...

loading...

Feeds

Gelaran The NextDev, Lanjutkan Inovasi Digital

POJOKBANDUNG.com, JAKARTA- Telkomsel kembali menyelenggarakan The NextDev Talent Scouting dan The NextDev Academy tahun 2020. Pengumuman tersebut dilakukan dalam kegiatan …