Bina Anggota Gafatar, Pemprov Jabar Siapkan Balai Dinsos

 


POJOKBANDUNG.com, BANDUNG– Pemerintah Provinsi Jawa Barat menginstruksikan Dinas Sosial Jabar untuk membina anggota Gafatar asal Jabar yang tidak pulang kembali ke kampung halaman masing-masing. Nantinya, mereka akan ditampung dan dibina di sejumlah balai milik Dinsos Jabar.

Gubernur Jabar Ahmad Heryawan mengatakan, pembinaan ini dilakukan untuk meluruskan pemahaman mereka terkait agama. “Setelah ada proses diluruskan pemahaman agamanya, trauma healing, dan akan kita pulangkan,” kata Heryawan di Gedung Sate, Bandung, Senin (25/1).

Untuk anggota Gafatar yang diterima oleh keluarganya, mereka akan dikembalikan kepada keluarga setelah mendapat pembinaan. Namun, bagi anggota yang tidak diterima lagi oleh keluarganya, mereka akan ditampung di balai milik Dinsos Jabar.

“Mereka tidak mau pulang karena alasanya tidak punya apa apa, malu, dan keluarga tidak nyari juga. Ini agak khusus perlakuannya karena akan ditampung di balai-balai dinsos,” katanya.

Menurut Heryawan, terdapat sekitar 3-4 balai Dinsos yang akan digunakan untuk menampung para anggota Gafatar tersebut. Mereka akan disebar ke balai tersebut sesuai dengan domisilinya.

“Seperti di Bekasi kan ada (balai), ya tentunya yang orang Bekasi dan sekitarnya yang akan ditampung di sana. Tetapi itu pun tergantung pada kebutuhannya nanti, karena ini masih diinventarisir,” katanya.

Selain itu, lanjut Heryawan, pihaknya pun akan mencari solusi terbaik untuk mereka salah satunya memberi fasilitas transmigrasi lokal kepada mereka. “Bisa saja transmigrasi lokal, kalau memungkinkan ada translok atau transmigrasi di luar Kalimantan. Tapi itupun harus konek dengan pemerintah pusat,” katanya.

Lebih lanjut Heryawan katakan, selama ini pihaknya terus mengidentifikasi para anggota Gafatar asal Jabar. Menurutnya, saat ini sudah diketahui 159 anggota Gafatar asal Jabar yang ditampung di penampungan Bambu Apus.

Menurut Heryawan, mereka terbagi ke dalam beberapa kategori, yakni ada yang bersedia pulang ke keluarganya, dan yang tidak mau pulang karena khawatir tidak diterima keluarganya. “Termasuk ada juga yang ingin kembali ke Kalimantan karena mereka sudah menjadi warga di sana. Sekarang semua ditampung dulu di Bambu Apus. Insya Alloh itu akan diproses segera untuk dipulangkan,” pungkasnya. (agp)

Loading...

loading...

Feeds

43 Prajurit TNI Ditukar US Army

Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD), Jenderal TNI Andika Perkasa menerima kunjungan beberapa perwakilan dari tentara Amerika untuk Indonesia. Dalam pertemuan …