27 Maret Minyak Goreng Curah Ditarik dari Peredaran

ilustrasi

ilustrasi

POJOKBANDUNG.com, BANDUNG–Untuk melindungi konsumen mulai 27 Maret nanti pemerintah pusat melarang peredaran minyak goreng curah.
Itu diungkapkan Kepala Dinas Koperasi Industri Perdagangan dan‎ KUKM (Diskoperindag-UKM) Kota Bandung, Erik M Attaurik.


“Ini untuk melindungi konsumen, dan menjamin kualitas, isi serta bobot minyak yang dikonsumsi warga,” ujar Erik kepada wartawan Senin (25/1).

Menurut Erik, setelah minyak curah dilarang, maka akan diganti dengan minyak goreng kemasan. Nah pada 27 Maret mendatang, peredaran minyak curah akan ditarik serentak di seluruh Indonesia.

“Karena ini merupakan peraturan dari pemerintah pusat. Jadi diberlakukan bukan hanya di Kota Bandung,” tandasnya.

Di Kota Bandung sendiri, lanjut Erik, pihaknya sudah sosialisasi dengan berbagai pihak, salah satunya dengan pengusaha minyak goreng.

“Kami sosialisasi kepada pengusaha minyak curah dan kemasan. Karena, ketika minyak curah dilarang, maka ‎keberadaan minyak kemasan harus dijamin bisa memenuhi kebutuhan,” jelasnya.

Erik menambahkan, pada umumnya masyarakat tidak keberatan dengan pengalihan minyak curah ke minyak kemasan.

“Hanya saja, masyarakat meminta, agar disiapkan minyak dengan kemasan 1/2 kilogram. Karena yang selama ini beredar, kan yang kemasan 1 liter dan 2 liter,” paparnya.

Soal harga, menurut Erik, nanti akan disesuaikan dengn harga minyak kemasan. Sehingga, ini nantinya memang akan mepengaruhi laju ekonomi.

“Tapi ya memang harus kita lakukan, karena kan kita sudah masuk MEA. Sehingga seharusnsya, semua produk yang dihasilkan berstandar internsional,” pungkasnya. (mur)

Loading...

loading...

Feeds

43 Prajurit TNI Ditukar US Army

Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD), Jenderal TNI Andika Perkasa menerima kunjungan beberapa perwakilan dari tentara Amerika untuk Indonesia. Dalam pertemuan …