Setelah Tol dan Bandara, Jabar Kini Berharap Pelabuhan

Ahmad Heryawan

Ahmad Heryawan

 


POJOKBANDUNG.com, BANDUNG– Pemerintah Provinsi Jawa Barat terus menggenjot pembangunan sejumlah infrastruktur di tatar Parahyangan ini. Setelah baru-baru ini menggenjot pembangunan jalan tol, bandara, dan kereta api cepat, pemprov akan berjuang keras dalam mewujudkan pelabuhan berskala internasional di Kabupaten Subang.

Gubernur Jabar Ahmad Heryawan mengatakan, pihaknya ingin mempercepat pembangunan pelabuhan internasional di Subang. Menurut Heryawan, pembangunan pelabuhan di Subang ini sudah direncanakan oleh pemerintah pusat sebagai pengganti pembanguna pelabuhan di Cilamaya, Kabupaten Karawang yang batal akibat faktor teknis.

Heryawan menjelaskan, saat ini rencana pembangunan pelabuhan di Subang masih memasuki uji kelayakan. Studi kelayakan tersebut dilakukan langsung oleh pemerintah pusat melalui Kementerian Perhubungan.

Pemprov Jabar, kata Heryawan, akan menjadi mitra pelaksana pembangunan pelabuhan tersebut. Hal ini sama dengan sejumlah proyek monumental lainnya.

“Saya kira kami nanti akan dukung dari sisi regulasi dan mengawal pelaksanaan. Semisal kereta cepat, izin trase dari kami, maka hal serupa bisa diterapkan pada pelabuhan internasional di Subang,” kata Heryawan di Bandung, Minggu (24/1).

Namun, Heryawan mengakui, pihaknya belum mengetahui penjelasan secara detail terkait rencana pembangunan pelabuhan di Subang ini. “Belum memperoleh rincian detail dan biaya pembangunan dari pemerintah pusat,” katanya.

Maka dari itu, dirinya berjanji akan lebih proaktif untuk berkoordinasi dengan pusat. Menurut Heryawan, tidak ada salahnya jika pemprov menanyakan perkembangannya ke Kementerian Perhubungan.

“Termasuk detailnya, untuk segera diinformasikan ke publik,” katanya. Heryawan memaparkan, yang menjadi benang merah pembangunan pelabuhan ini adalah semakin terwujudnya pembangunan di Jabar.

Dengan semakin bertambahnya konektivitas ini, visi Jabar menjadi provinsi termaju di Indonesia bisa segera terealisasi. “Concern utama Pemprov Jabar adalah koneksivitas pembangunan di Jabar kian kuat,” katanya.

Dengan begitu, pelayanan kepada masyarakat akan semakin baik karena mobilitas barang dan orang semakin terbuka dengan semakin mudahnya jalur darat, laut, dan udara. “Yang sudah pasti, semua tak tergantung lagi ke Tanjung Priok. Kita ini menyumbang hampir 60 persen manufaktur Indonesia, tapi proses pengiriman semua lewat Tanjung Priok, sehingga dampak ekonomi besarnya malah ke Jakarta,” katanya.

Dengan pelabuhan yang berlokasi di Jabar, kata Heryawan, setidaknya industri manufaktur yang berlokasi di Jabar akan diuntungkan. Proses pengiriman barang mereka lebih mudah sehingga mampun menekan biaya ekonomi.

Dari sisi produktivitas, ekspor Jabar melalui pelabuhan pun diprediksi akan meningkat. “Selain pertumbuhan secara mikro ekonomi, dari sisi ekonomi makro, pasti akan terjadi kenaikan dari sisi PDRB (produk domestik regional bruto) maupun LPE (laju pertumbuhan ekonomi). Selama ini, produksinya di Jabar, tapi ekspornya ke Priok, sehingga kontribusi (pendapatan) jadi ke Jakarta,” pungkasnya. (agp)

Loading...

loading...

Feeds