PPN Daging Sapi, DPRD Jabar Minta Pusat Kaji Ulang

Gubernur Jabar Ahmad Heryawan sidak pasar daging sapi.(khairizal maris)

Gubernur Jabar Ahmad Heryawan sidak pasar daging sapi.(khairizal maris)

POJOKBANDUNG.com, BANDUNG— DPRD Jawa Barat meminta pemerintah pusat mengkaji ulang penerapan pajak 10 persen terhadap pemotongan sapi impor. Hal ini berdampak pada meningkatnya harga daging tersebut di pasaran.


Ketua Komisi II DPRD Jabar Ridho Budiman Utama mengatakan, masyarakat dirugikan dengan naiknya harga daging sapi di pasaran akibat penerapan pajak ini. Menurut Ridho, selain menjadi barang konsumsi, daging sapi ini pun menjadi bahan baku usaha warga seperti penjual bakso.

“Daging sapi ini 50 persen lebih dibuat untuk bakso. Bagaimana kalau nanti mereka (penjual bakso) tidak bisa jualan,” kata Ridho di Bandung, Minggu (24/1).

Saat ini, kata Ridho, harga daging sapi mencapai Rp 140 ribu per kilogramnya. Dengan harga tersebut, tidak heran jika adanya pedagang yang mogok berjualan.

Padahal, menurutnya ketersediaan sapi saat ini sangat mencukupi. “Dengan harga mahal, bandar malas beli. Bandar tidak beli, pedagang menjual mahal. Saya melihat itu pemicu utamanya sebagai respons negatif terhadap kebijakan pemerintah,” paparnya.

Oleh karena itu, Ridho meminta seluruh pihak terkait duduk bersama untuk mencari solusi persoalan ini. Bahkan, Ridho meminta organisasi perangkat daerah di Pemerintah Provinsi Jabar segera melakukan operasi pasar murah untuk menekan mahalnya harga daging sapi.

“Pemerintah (pusat) harus lebih arif dalam mengeluarkan kebijakan. Semua pihak harus duduk bersama,” katanya.

Lebih lanjut Ridho menuturkan, penerapan PPN 10 persen ini dilakukan untuk melindungi peternak lokal. Dengan dikenakannya pajak tersebut, diharapkan sapi-sapi produksi lokal bisa menjadi pilihan masyarakat.

Namun, kata Ridho, hal ini tidak bisa dilakukan begitu saja mengingat belum memadainya produksi sapi lokal. “Tapi harus dihitung, sekarang (sapi lokal) sudah mampu enggak memenuhi kebutuhan masyarakat,” pungkasnya.

Sementara itu, Gubernur Jabar Ahmad Heryawan menyerahkan sepenuhnya kepada KPPU untuk meneliti penyebab tingginya harga daging saat ini. Hal ini pun diyakini menjadi jawaban terkait dugaan dampak kebijakan pajak yang telah diambil pemerintah pusat.

Namun yang pasti, kata Heryawan, saat ini diperlukan kebijakan untuk menstabilkan harga. “Selain itu pengawasan juga penting,” kata Heryawan usai menggelar sidak ke Pasar Cihaurgeulis, Bandung, Minggu (24/1).

Heryawan menyebut, pengawasan penting agar tidak merugikan masyarakat selaku konsumen. “Kebijakan untuk menstabilkan boleh-boleh saja, hanya ya harus dikontrol juga,” katanya.

Ketua KPPU Syarkawi Rauf mengatakan, pihaknya akan meneliti sejauh mana efektifitas kebijakan yang telah dilakukan pemerintah. “Kita juga ingin fokus apakah kenaikan harga di pasaran ini disebabkan oleh perilaku yang bersifat antipersaingan atau persaingan tidak sehat,” singkatnya.

Berdasarkan pantauan, harga daging sapi berada di kisaran Rp 100-110 ribu per kilogramnya. Adapun harga daging ayam berada di kisaran Rp 36-39 ribu per kilogramnya. (agp)

Loading...

loading...

Feeds

Indikator Menuju Desa Maju

MAJU desanya, makmur dan sejahtera warganya. Mungkin ini adalah dambaan setiap orang, untuk menciptakan lingkungan yang nyaman. Inilah yang disebut …

Sosok Habib Rizieq di Mata UAS

POJOKBANDUNG.com – Ustadz Abdull Somad (UAS) memberikan pandangannya terhadap sosok Habib Rizieq Shihab. Imam besar Front Pembela Islam (FPI) itu …