Wow… Cikalong Wetan Akan Menjadi Kota Baru

Groundbreaking Kereta Cepat Jakarta-Bandung (Khairizal Maris)

Groundbreaking Kereta Cepat Jakarta-Bandung (Khairizal Maris)

POJOKBANDUNG.com, CIKAWET--Lahan seluas 2.800 hektare milik PT Perkebunan Nusantara (PTPN) VIII di Cikalong Wetan Kabupaten Bandung Barat (KBB) bakal resmi dijadikan sebagai Kota Baru Walini menyusul telah resmi dimulainya pembangunan mega proyek Kereta Cepat Koridor Jakarta-Bandung.


Dari luas lahan tersebut, 1.270 hektare diantaranya akan dijadikan untuk pengembangan kawasan lokasi persinggahan (Transit Oriented Development/TOD) Kereta Cepat.

Seperti diberitakan sebelumnya, Presiden Joko Widodo telah meresmikan tanda dimulainya pengerjaan mega proyek Kereta Cepat koridor Jakarta- Bandung di Kebun Teh Mandalawangi Maswati Kecamatan Cikalong Wetan KBB pada Kamis (21/01).

Kereta Cepat rencananya menghubungkan empat stasiun yakni stasiun Halim di Jakarta, stasiun Karawang, stasiun Walini di KBB dan StasiunTegalluar yang lokasinya tidak jauh dari kawasan Gede Bage Kota Bandung. Gede Bage sendiri rencananya akan menjadi pusat pemerintahan Kota Bandung.

Kereta tersebut akan memiliki lintasan sepanjang 140,9 Km. Di setiap stasiun nantinya akan dibangun TOD untuk mendorong lahirnya sentra ekonomi baru di koridor Jakarta-Bandung. Di Walini sendiri misalnya, rencananya akan dibangun Kota Baru Walini.

Direktur Utama PTPN VIII Dadi Sunardi menjelaskan, rencana pembangunan Kota Walini tersebut sebenarnya telah direncanakan sejak 2004. Hal tersebut, karena melihat gejala yang semakin crowded-nya (semrawut/padatnya) di DKI Jakarta dan Kota Bandung.

Sementara keikutsertaannya dalam mega proyek kereta cepat Jakarta-Bandung itu, menjadi salah satu alasannya agar percepatan pembangunan Kota Baru Walini dapat segera terealisasi. “Dengan kita gabung di HSR (High Spreed Railway/kereta cepat) ada percepatan pembangunan kota itu sendiri (Kota Baru Walini),” Kata Dadi disela-sela peresmian Kereta Cepat, Kamis (21/10).

Seperti diketahui proyek Kereta cepat ini melibatkan konsorsium BUMN antar dua negara Indonesia-Cina. Salah satu BUMN Indonesia yakni, PT PTPN VIII adalah salah satu BUMN yang termasuk di dalamnya. Selain PT PTPN, Konsorsium BUMN Indonesia lainnya, antara lain PT Wijaya Karya (Persero) Tbk, PT Jasa Marga (Persero) Tbk dan PT Kereta Api Indonesia (Persero). Keempat perusahaan tersebut, sebelumnya telah membentuk PT Pilar Sinergi BUMN Indonesia (PSBI), yang selanjutnya berkolaborasi dengan konsorsium Cina dengan mendirikan perusahaan patungan bernama PT KCIC untuk pembangunan Kereta Cepat tersebut.

Dadi berharap, dengan hadirnya kota Baru Walini, kedepannya akan mampu mengembangkan potensi dan mempercepat laju pertumbuhan perekonomian lokal di wilayah Cikalong Wetan khususnya dan KBB pada umumnya. Hal itu didukung dengan adanya HSR yang terintegrasi dan saling menguatkan dengan akses jalan tol, kereta api lama dan jalan provinsi yang telah ada sebelumnya di kawasan tersebut.

“Selain itu, di kawasan Kota Baru Walini juga nantinya akan dibangun gedung sekolah tinggi dan rumah sakit, kita akan tumbuhkan perekonomian khas Bandung Barat,” ujarnya.

Dadi menjelaskan, Kota Baru Walini rencananya akan menghabiskan lahan seluas 2800 hektar. Dari luas itu, 1270 hektar diantaranya untuk pengembangan kawasan TOD. Dalam perencanaannya sendiri, diakui Dadi, 70 persen dari seluruh lahan perkebunan Walini akan tetap hijau.

“Jadi nanti pada saat dilakukan pembangunan secara masif tidak akan mengarah ke lereng-lereng dekat Jatiluhur atau daerah Cirata, jadi tetap hijau,” tandasnya. (bie)

Loading...

loading...

Feeds