Soal PPN 10 Persen Daging Sapi, Pemprov Siap Lobi Pusat

POJOKBANDUNG.com, BANDUNG– Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan mengaku sudah meminta bawahannya untuk segera mengantisipasi dampak diberlakukannya penerapan pajak penambahan nilai 10 persen bagi pedagang daging sapi. Pihaknya pun akan mengambil inisiatif untuk berdiskusi dengan Menteri Perdagangan agar bisa menjelaskan persoalan ini dari hulu ke hilir.


Menurutnya, jika keputusan tersebut merugikan konsumen di tingkat bawah, maka pemerintah pusat perlu melakukan perubahan atau keringanan pajak. Disinggung apakah perlu mengantisipasi dengan adanya operasi pasar, Heryawan menyebut pihaknya akan melihat situasi di lapangan lebih lanjut.

“Kita akan diskusikan dengan pusat soal penerapan PPN 10 persen ini. Kebijakan pusat harus kita hormati, tapi saat ada gejolak di lapangan, artinya perlu dikaji lagi,” kata Heryawan di Gedung Sate, Bandung, Jumat (22/1).

Di tempat yang sama, Kepala Bulog Jabar Alif Affandi memastikan pihaknya siap menggelar OP daging sapi. Namun, tindakan ini baru akan digelar jika situasi memang sudah mendesak dan di lapangan terjadi kenaikan harga.

“Kita siap, ada stok sapi bahkan daging beku untuk OP,” katanya. Menurutya, Bulog sudah menggandeng sejumlah perusahaan penggemukan sapi jika sewaktu-waktu dibutuhkan untuk menggelar OP.

Namun, Alif mengaku pihaknya belum memastikan berapa persediaan yang ada. “Pokoknya stok aman. Kami siap menggelar operasi pasar,” katanya.

Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Jabar Hening Widiatmoko mengatakan, pihaknya berharap pemerintah pusat meninjau kembali kebijakan penambahan PPN 10 persen bagi sapi impor. Terlebih, hal tersebut memicu terjadinya gejolak di masyarakat.

Bahkan para pedagang daging sapi di sejumlah daerah di Jabar sudah ada yang melakukan aksi m­ogok berjualan sebagai bentuk protes aturan tersebut. “Rencananya hari Senin (pekan depan) ada rapat koordinasi nasional perdagangan. Mungkin disitu bisa bicara. Kalau ini tidak diatasi atau tidak dilakukan peninjauan kembali, dapat menjadi masalah karena akan sulit diterima, karena terasa berat kan pajak tambahan itu,” katanya.

Penambahan pajak 10 persen ter­hadap daging sapi memang cukup memberatkan. Dampaknya akan terasa secara langsung di tingkat konsumen.

Menurutnya, aksi mogok itu merupakan bentuk protes atas kebijakan yang dikeluarkan pemerintah pusat. “Kita harapkan para pedagang tidak mogok jualan, karena dampaknya akan semakin besar bagi masyarakat,” pungkasnya. (agp)

Loading...

loading...

Feeds