Dinkes Kab Bandung Siap Fasilitasi Keluarga Rohmat

ilustrasi

ilustrasi

POJOKBANDUNG.com, SOREANG– Dinas Kesehatan Kabupaten Bandung berjanji akan memfasilitasi keluarga Rohmat yang mempunyai dua anak disabilitas.


Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Bandung, Achmad Kustidjadi mengatakan, pihaknya akan segera menutus kepala Puskesmas Cangcuang untuk segera melihat kondisi Rinto Hadikusumah dan Rian Adinugraha.

“Nanti dilihat dulu kondisinya. Setelah itu, baru ditentukan tindakan apa yang bisa dilakukan,” tutur Achmad, Jumat (22/1).

Menurut Achmad, jika melihat kondisi Rinto, kemungkinan penyebabnya adalah gizi buruk. Namun, program penanganan Gizi buruk diutamakan bagi balita.

“Semua perlu ditangani, kalau usianya lebih dari lima tahun, mungkin masuknya kelainan khusus,” katanya.

Menurutnya, jika kondisinya masih bisa diobati, maka pemerintah Kabupaten Bandung bisa membantunya mengobati penyakit dua anak tersebut.

“Termasuk pengurusan BPJS, nanti kita fasilitasi,”tandasnya.

Sebelumnya diberitakan, menjadi keluarga tidak mampu, tidak serta merta beban hidup keluarga Rohmat (60) dan Rahayu (50) berkurang.  Bahkan, penderitaan justru seperti lebih dekat dengan mereka.

Bagaimana tidak, dua dari tiga anaknya merupakan anak disabilitas. Anak tertua Rohmat, yakni Rinto Hadikkusumah (17) sejak bayi tidak bisa berjalan dan bicara. Sementara anak bungsunya yakni Rian Adinugraha (11) tidak bisa bicara.

Menurut Rahayu, Rian mengalami panas dan kejang saat usia dua tahun yang menyebabkannya tidak bisa bicara.

“Dokter bilangnya ada penyempitan pita suara, jadi tidak bisa bicara. Kalau bicara juga palingg ngomong papa atau mama, itu juga terbata-bata,” tutur Rahayu ketika ditemui di Rumahnya, Komplek Parahyanhan Kencana, Desa Ciluncat, Kecamatan Cangkuang, Kabupaten Bandung, Kamis (21/1)

Keadaan lebih parah diderita oleh Rinto, jika Rian masih bisa berjalan, Rinto justru sebaliknya, selama 17 belas tahun, dia terbaring di atas kasur yang sudah lapuk beralaskan plastik bekas spanduk.

Bahkan, walaupun usia Rinto sudah 17 tahun lebih, namun badannya jauh lebih kecil dari adiknya. Dengan tubuh kecil, pergelangan tangan dan kaki kecil, dia terlhat seperti anak usia lima tahun. Setiap hari remaja tersebut meringkuk dengan lutut menyentuh dada.

“Usia dua tahun, tubuhnya tiba-tiba dingin dan kejang-kkejang.awalnya kata dokter menderita gejala epilepsi. Tapi sampai sekarang, dia tidak berkembang,” ujarnya. (mld)

Loading...

loading...

Feeds