Menteri KLH Akui Amdal Kereta Cepat Tak Ada Paksaan

ilustrasi

ilustrasi

 


POJOKBANDUNG.com, KBB–Menteri Lingkungan Hidup (LH) Siti Nurbaya mengakui bahwa Anilisa Mengenai Dampak Lingkungan (Amdal) kereta cepat Jakarta-Bandung sudah rampung dan tidak ada paksaan.

Amdal tersebut sudah keluar sehingga pelaksanaan groundbreaking kereta cepat di kawasan perkebunan teh Walini, Kecamatan Cikalongwetan, Kabupaten Bandung Barat (KBB) yang dipimpin langsung oleh Presiden Joko widodo tidak ada lagi masalah.

Siti menjelaskan, sosialisasi mengenai rencana pembangunan jalur kereta cepat sudah sejak lama dilakukan oleh KLH bersama Pemprov Jabar, Pemprov DKI Jakarta, serta para bupati/walikota di Jawa Barat yang dilalui proyek kereta cepat Jakarta Bandung tersebut.
KLH, kata Siti, juga mengundang unsur masyarakat untuk meminta masukan sekaligus menggelar sosialisasi.

“Amdal sudah selesai kemarin. Bukan dipaksakan selesai, tapi memang sudah selesai. Sesuai prosedur. Sesuai aturan,” kata Siti Nurbaya saat ditemui di lokasi groundbreaking kereta cepat di kawasan Walini, Cikalongwetan, Kabupaten Bandung Barat (KBB), Kamis (21/1).

Ia menyebut sejak Desember KLH sudah melakukan sosialisasi di Jakarta dan Bekasi. Kemudian bersama Pemprov Jabar menggelar sosialisasi di Kota Bandung, Kabupaten Bandung, Kabupaten Bandung Barat (KBB), Kota Cimahi, Purwakarta dan Karawang.

“Sosialisasi sudah dilakukan 21-23 Desember di beberapa kabupaten kota. Misalnya, tanggal 21 di DKI Jakarta dan Bekasi, tanggal 22 di Bandung, Cimahi, Kab Bandung, dan Kabupaten Bandung Barat,” ujarnya.

Proses Amdal kemudian berlanjut pada awal Januari dengan dinyatakan bahwa seluruh dokumen administrasi dinyatakan lengkap dan di dalamnya sudah terdapat dokumen yang berisi berbagai masukan dari masyarakat mengenai amdal.
Masukan-masukan dan catatan tersebut, lanjut Siti, kemudian dibahas untuk mengakomodir berbagai masukan dan catatan dari masyarakat tersebut.

“Semua catatan, seperti kekhawatiran longsor itu sudah masuk dan penyelesaiannya berupa mitigasi sudah disiapkan,” ungkapnya.

Selain itu, ada tiga hal untuk melihat lingkungan. Yakni Amdal, kajian lingkungan hidup strategis life cycle asassment. Dan Amdal kereta api cepat sudah selesai. “Harus bedakan antara kereta cepat dengan kota pertumbuhan. Cara melihatnya dari kajian hidup strategis,” pungkasnya. (bie)

Loading...

loading...

Feeds