Jabar Akan Miliki Empat Tempat Pembuangan Akhir Sampah Regional

POJOKBANDUNG.com, BANDUNG–DPRD Jawa Barat berharap pembangunan Tempat Pembuangan dan Pengolahan Akhir Sampah (TPPAS) di Jawa Barat bisa terealisasinya semuanya. Hal ini sangat penting agar persoalan sampah di Jabar tidak berkelanjutan.


Anggota Panitia Khusus I DPRD Jabar, Daddy Rohanadi, mengatakan, saat ini pihaknya tengah membahas rancangan perubahan Peraturan Daerah Nomor 12 Tahun 2010. Perda ini direvisi agar payung hukum pengelolaan sampah di Jabar ini semakin baik.

Daddy menjelaskan, perda ini pun direvisi karena terkait kerja sama dengan beberapa pihak lain seperti Pemerintah Provinsi DKI Jakarta dan perusahaan-perusaahan pengelolaan sampah. “Kami harus membuat payung hukum baru karena berencana mengoperasikan TPPAS Legok Nangka, Cinambo, dan membangun dua TPPAS regional lainnya,” kata Daddy di Gedung DPRD Jabar, Bandung, Rabu (20/1).

Menurutnya, saat ini pihaknya memerhatikan kondisi eksisting lahan. Terlebih, kontrak kerjasama TPPAS Sarimukti akan berakhir pada 2017 mendatang.

Selain itu, pihaknya pun harus mengakomodir kabupaten/kota yang belum memiliki pengelolaan sampah, seperti daerah Cirebon, Indramayu, Majalengka, dan Kuningan. Menurut rencana, kata Daddy, akan dibangun TPPAS regional di Cirebon.

Daddy menilai, keberadaan TPPAS regional ini sangat penting. Selain untuk mengatasi persoalan sampah, hal ini pun sangat diperlukan mengingat adanya rencana pengembangan kawasan metropolitan baru.

“Rencana ini jelas membutuhkan tempat pengelolaan sampah,” katanya. Untuk kawasan Bandung Raya, lokasinya berada di Legok Nangka dengan luas lahan 72 hektare.

Sedangkan untuk Bogor-Depok-Bekasi, rencanannya ditempatkan di Nambo dengan eksisting lahan saat ini baru terpenuhi 40 hektare dari rencana pengajuan ke pusat 100 hektare. Untuk kebutuhan lahan tersebut, Pemerintah Bogor pun menghibahkan lahannya seluas 15 hektare.

“Jadi luas lahan TPA Nambo eksisting sekarang 55 hektare,” katanya. Daddy meminta semua pihak terkait segera melakukan penyelesaian lahan yang diperuntukan TPPAS ini.

“Saya meminta lahan untuk TPPAS tersebut di-clear and clean, karena kami punya kepentingan dengan lahan itu,” katanya. Sementara itu, terkait TPPAS Legok Nangka, pihaknya akan segera melakukan peninjauan ke lokasi untuk melihat sejauh mana kesiapan TPPAS katanya.

Terlebih, pihaknya menargetkan TPPAS Legok Nangka bisa beroperasi tahun ini. Menurutnya, TPPAS Legok Nangka ini akan menggunakan teknologi pembakaran ramah lingkungan.

Sisa pembakarannya bisa dimanfaatkan kembali sehingga tidak membutuhkan lahan yang besar. Anggaran pembangunan TPPAS Legok Nangka dan Nambo ini menggunakan APBN.

“Kami optimis Legok Nangka bisa beroperasi pada akhir 2016 nanti. Jadi, saat TPA Sarimukti habis, Legok Nangka bisa menampung sampah di Bandung Raya,” katanya.

Kepala Bappeda Jabar Yerry Yanuar mengatakan, setelah membangun TPPAS Legok Nangka untuk regional Bandung Raya dan TPPAS Nambo untuk wilayah Bogor, pihaknya akan membangun dua TPPAS lagi yakni TPPAS untuk daerah Ciayumajakuning yang rencananya akan dibangunan di Kabupaten Cirebon; serta TPPAS untuk regional Bekasi, Karawang, dan Purwakarta.

“Intinya sampah perlu membangun pengelolaan yang sifatnya regional. Jadi, kami akan membangun di dua daerah lagi,” katanya.

Selain sampah, katanya, pembangunan sistem air minum regional menjadi perhatian pemprov. Berdasarkan aturan, Pemprov Jabar memiliki kewenangan mengatur berbagai masalah yang dihadapi di regional.

“Air minum di regional Cirebon ini kan harus diatur karena nantinya tak hanya memanfaatkan Waduk Jatigede, tapi sungai yang ada di Kuningan juga,” pungkasnya. (agp)

Loading...

loading...

Feeds