Waspada… Upal Banyak Beredar di Indramayu

Ilustrasi

Ilustrasi

POJOKBANDUNG.com, BANDUNG–Bank Indonesia Perwakilan Jawa Barat mencatat jumlah peredaran uang palsu (upal) di Jabar mencapai 6.650 lembar. Dari jumlah tersebut, 500 lembar di antaranya beredar di Kabupaten Indramayu.


Kepala BI Perwakilan Jabar Rosmaya Hadi mengaku belum mengetahui alasan banyaknya peredaran uang palsu di Indramayu. “Apakah karena banyak perceraian? Saya juga enggak ngerti dan harus didalami datanya,” kata Rosmaya usai bertemu Gubernur Jabar Ahmad Heryawan, di Gedung Sate, Bandung, Selasa (19/1).

Dia memperkirakan, uang palsu mudah beredar di daerah tersebut karena orang asing mudah masuk ke kabupaten tersebut. “Orang asing ini maksudnya orang dari luar provinsi, karena ada pelabuhan,” katanya.

Menurutnya, uang palsu banyak beredar di tukang rokok. Selain itu juga ada di kawasan pemakaman karena banyak pengunjung yang memberi anak-anak penjaga dengan uang palsu.

“Kita belum mengetahui motif penyebaran uang palsu ini,” katanya. Dia menjelaskan, uang palsu tersebut di antaranya berbentuk uang mainan sehingga disebut sebagai peniruan uang.

Adapun nominal uang yang banyak ditiru yakni pecahan 100 ribu dan 50 ribu. Menurutnya, rasio uang palsu dan uang asli masih jauh yakni dari sejuta lembar hanya satu lembar yang palsu.

Angka peredaran uang palsu harus terus ditekan karena berkaitan dengan kedaulatan negara. “Kita bekerjasama dengan seluruh pihak untuk menekan dan mencegah peredaran uang palsu. Dengan kepolisian, kejaksaan, dan lainnya,” pungkasnya. (agp)

Loading...

loading...

Feeds