Investor Belgia Minati Keripik Pisang, Abon, dan Gula Aren Jabar

POJOKBANDUNG.com, BANDUNG-Pemerintah Provinsi Jawa Barat, Bank Indonesia Perwakilan Jabar, dan Kadin yang tergabung dalam West Java Incorporated (WJI) siap menyambut rombongan delegasi Puteri Astrid dan 110 orang investor asal Belgia. Rombongan dari negara yang dikenal sebagai produsen cokelat ini akan datang pada 12-19 Maret mendatang.


Kepala BI Perwakilan Jabar Rosmaya Hadi yang juga menjabat sebagai Dewan Pembina WJI mengatakan, demi menyambut rombongan Belgia, pihaknya akan menggelar West Java Summit dengan mengangkat produk asal Jabar. Selain itu, terdapat pula kegiatan culture night yang menampilkan budaya dan potensi pariwisata.

“Setelah pameran dan malam budaya, kita akan gelar business matching forum dengan para investor dari Belgia,” katanya usai menggelar dengan Gubernur Jabar Ahmad Heryawan, di Gedung Sate, Bandung, Selasa (19/1). Dalam kegiatan tersebut, pihaknya akan memaparkan berbagai potensi investasi yang dimiliki Jabar.

Potensi tersebut sudah tertuang dalam sebuah investment book yang akan dibagikan kepada para calon investor. Menurutnya, para investor Belgia tertarik pada empat komoditi, yakni lada putih dan hitam, keripik pisang, gula aren serta abon.

Para investor diyakini semakin tertarik karena Jabar akan segera memiliki Bandara Internasional Jawa Barat Kertajati sebagai salah satu infrastruktur penunjang kegiatan perdagangan. Selain komoditi, pihaknya pun akan memamerkan Geopark Ciletuh yang dalam waktu dekat akan segera diakui Unesco.

“Ciletuh akan sangat bagus untuk ditawarkan kepada para investor,” pungkasnya. Gubernur Jabar Ahmad Heryawan mengatakan, para investor Belgia tertarik dengan gula aren, abon, dan keripik pisang yang merupakan produk UMKM.

Melihat kondisi tersebut, pihaknya akan membantu para pelaku meningkatkan kapasitas produksi demi memenuhi permintaan investor. “Volume ekspor harus besar, karena itu kita akan kembangkan industrinya dengan memplasmakan para UMKM,” paparnya.

Menurutnya, permintaan keripik pisang dan gula aren akan mudah dipenuhi karena tergolong produk dengan bahan baku berlimpah. Namun, hal berbeda terlihat pada abon mengingat harga bahan baku daging sapi cukup mahal.

“Keripik pisang dan gula aren bisa diproduksi masif. Tapi kalau abon bakal sulit karena harga daging mahal,” pungkasnya. (agp)

Loading...

loading...

Feeds

Maradona Pulang ke Tangan Tuhan

Duka warga dunia di sepanjang tahun pandemi 2020 ini kian berlarat-larat saja. Jelang tengah malam kemarin WIB, Diego Maradona, salah …