Tak Sesuai Standar, Venue Berkuda Legok Jawa Diduga Rawan Penyimpangan

Ketua Pordasi DKI Jakarta, Alex Asmasoebrata

Ketua Pordasi DKI Jakarta, Alex Asmasoebrata

POJOKBANDUNG.com, PANGANDARAN–Venue pacuan kuda di Legok Jawa, Kecamatan Cimekar, Kabupaten Pangandaran, Jawa Barat diduga rawan penyimpangan dalam hal pembangunan sarana dan prasarananya. Venue yang pembangunanannya menghabiskan dana tak kurang dari Rp 5,3 miliar itu, baru saja menjadi tempat digelarnya Babak Kualifikasi PON XIX/2016 untuk cabor berkuda pada 9 dan 10 Januari lalu.
Dugaan adanya penyimpangan itu, diungkapkan Ketua  Pengprov Persatuan Olahraga Berkuda Seluruh Indonesia (Pordasi) DKI Jakarta, Alex Asmasoebrata. Sebab itu, Alex akan menyurati pihak-pihak terkait dengan pembangunan venue tersebut. Jika tidak mendapat tanggapan, Alex siap melapor kepada KPK untuk melakukan audit pembangunan venue pacuan kuda, di Legok Jawa Kabupaten Pangandaran itu.
Alex menilai, pembangunan venue berkuda di Legok Jawa sudah menyimpang dari ketentuan. ‘Itu tergambar dari pembangunan track yang  tidak ada landasan dasarnya. Seharusnya pembangunan lapangan kuda harus ada speknya  yang memenuhi standar, yang terjadi sebaliknya,” ujar Alex kepada wartawan, akhir pekan kemarin di Bandung.
“Untuk pagarnya saja kita harus melihat setinggi berapa, namun venue  di Legok Jawa justru pendek. Parahnya lagi, panjang track yang seharusnya minimal 1.200 meter namun  ternyata hanya  1.157 meter. Belum lagi sarana lainnya, seperti  rambu-rambu yang seharusnya menempel ke track ini tidak malah pendek,  jarak pandang terhalang, harusnya di start dan  finish ada tribun ini juga tidak ada, timbangan klinik buat antisipasi juga tidak ada,” ungkap Alex yang sempat melihat langsung venue pacuan kuda di Legok Jawa ini.
Oleh karena itu, Alex mempertanyakan anggaran sebesar Rp 5,3 miliar itu, digunakan untuk apa saja. “Saya kira ini penghamburan anggaran, membangun tidak jelas standarnya dan menghamburkan anggaran saja,” tandas Alex.
Alex menambahkan, pengprov Pordasi daerah lain juga merasakan hal yang sama dan kecewa dengan sarana dan prasarana di venue berkuda Legok Jawa tersebut.
“Dari awal saya udah bikin surat sebelum pertandingan, bahwa saya tidak mengakui acara ini, tapi yah saya tetap mengikuti. Dari awalnya juga Jakarta, Jawa Timur, Sumatera Utara, NTT, Sumatera Barat, Jawa Tengah  juga kecewa, kemarin kita juga ngukur sama-sama mereka,” paparnya.
Sebagai tanda kekecewaan Alex terhadap buruknya fasilitas venue tersebut, dia akan melayangkan surat terlebih dahulu kepada seluruh pihak terkait agar bisa memperbaiki kualitas venue pacuan kuda. Apabila suratnya tak kunjung ditanggapi pihak terkait, Alex akan segera melapor kepada aparat penegak hukum. “Kalau surat saya tidak ditanggapi, saya akan melapor sendiri ke kejaksaan maupun KPK,” tegasnya. (nto)


Loading...

loading...

Feeds