Ditanya tentang Kesiapan Melatih Persib Bandung, Kas Hartadi Hanya “Tersenyum”

Kas_Hartadi

Kas_Hartadi

POJOKBANDUNG.com, PELATIH Kas Hartadi ternyata tipekal pelatih berjiwa besar. Itu terlihat dari sikapnya yang pantang cuci tangan setelah tim besutannya, Pusamania Borneo FC gagal melaju ke babak final Piala Jenderal Sudirman. Kas Hartadi enggan megambing hitamkan tim besutannya pasca kekalahan dari Semen Padang FC di leg kedua semifinal lalu. Sebaliknya dia bertanggung jawab atas kegagalan itu.


Ya, Kas Hartadi mengambil keputusan besar dengan memilih untuk mundur dari kursi kepelatihan Pesut Etam-julukan Pusamania. “Saya memutuskan untuk mundur, karena sudah gagal membawa tim ini ke final, dan ini bukan kesalahan pemain, karena mereka sudah berjuang keras dalam setiap pertandingan,” kata mantan pelatih Sriwijaya FC itu.

Pelatih asal Solo, Jawa Tengah itu menyebutkan bahwa, keputusannya tersebut juga akan dia sampaikan kepada manajemen secara resmi. Bagi Kas, tidak ada satu pertanggungjawaban yang lebih tinggi atas kegagalan itu dibandingkan mundur dari jabatan. “Saya juga berterimakasih kepada manajemen atas kepercayaan yang sudah mereka berikan selama ini,” lanjutnya.
Meski begitu, mantan pemain Timnas Indonesia itu belum mau memberikan kejelasan terkait masa depan karirnya sebagai pelatih. Bahkan, meski dikait-kaitkan dengan kursi pelatih Persib yang sedang kosong, Kas Hartadi hanya memilih untuk tersenyum. Dia hanya mengangkat bahu sebagai isyarat bahwa belum berpikir untuk berlabuh di tim manapun.

“Saya ingin beristirahat dulu, karena beberapa pekan terakhir kondisi kesehatannya saya memang juga belum begitu fit,” ungkapnya. Memang, beberapa hari sebelum leg pertama babak semifinal yang berlangsung di Stadion Segiri, Samarinda 10 Januari lalu, Kas Hartadi di diagnosa mengidap gejala demam berdarah.

Dalam perkembangan yang sama, Nabil Husein Said Amin selaku presiden Pusamania memastikan akan melakukan evaluasi secara menyeluruh terhadap skuad mereka yang baru saja gagal menyumbangkan gelar itu. Apalagi, peluang itu adalah kegagalan menyakitkan yang baru saja ditunjukan oleh Hamka Hamzah dan kawan-kawan.

Betapa tidak, saat di leg pertama, mereka sudah leading dengan agregat dua gol atas Semen Padang. Tapi, diluar dugaan, Semen Padang berhasil mengembalikan keadaan. “Iya saya akan evaluasi semua. Dimana titik kurangnya, disitu kita akan perbaiki,” kata Nabil lewat situs resmi klub. “Inilah sepak bola, terkadang kami diatas, tapi juga kadang di bawah, semua harus diterima dengan lapang dada,” tandansya. (ben)

Loading...

loading...

Feeds