Tolak Pembangunan SMPN 6, Siswa dan Alumni  SDN Pancasila Gelar Aksi

Aksi teken spanduk siswa tolak SMPN 6 Lembang.

Aksi teken spanduk siswa tolak SMPN 6 Lembang.

POJOKBANDUNG.com, LEMBANG–Rencana pembangunan gedung SMPN 6 di lahan SDN Pancasila menuai pro-kontra. Ratusan siswa bersama alumni dan para wali murid SDN Pancasila tersebut menggelar aksi penolakan terkait rencana Dinas Pendidikan dan Olah Raga (Disdikpora) Kabupaten Bandung Barat (KBB) yang akan membangun gedung SMPN 6 di lahan SDN Pancasila yang berlokasi di Jalan Peneropongan Bintang No52 Kecamatan Lembang, Sabtu (16/01).


Mereka menolak, lantaran rencana pembangunan tersebut akan memangkas 3/4 lebih dari luas lahan yang ditempati SDN Pancasila saat ini. Hal itu dinilai mereka akan mengganggu kenyamanan lingkungan belajar pada anak serta akan mengubah tatanan lingkungan yang telah dibangun selama ini.

Berdasarkan pantauan wartawan, aksi yang digelar oleh mereka dengan cara membubuhkan tanda tangan pada sebuah spanduk yang bertuliskan ‘Penolakan : Pembangunan SMP Negeri 6 Lembang di lingkungan SD Negeri Pancasila’ yang kemudian mereka bentangkan di lapangan lingkungan sekolah mereka.

Lilis Herlianan, 41, salah seorang wali murid mengaku kecewa terkait rencana pembangunan SMPN 6 oleh Disdikpora di lahan SDN Pancasila yang akan memangkas 3/4 lebih dari luas lahan yang ditempati SDN Pancasila saat ini. Hal itu menurutnya, selain akan mempengaruhi psikologis dan kenyamanan anak-anak saat belajar juga
jelas-jelas akan mempengaruhi lingkungan SDN Pancasila yang sebelumnya telah memiliki predikat sebagai sekolah yang berwawasan lingkungan setingkat nasional.

“Kenapa harus membangun di SDN Pancasila? Di sinikan basisnya sekolah lingkungan, ya jelas nanti akan mengganggu kenyamanan anak-anak ya bayangkan dari 9800 meterpersegi diminta 6000 meterpersegi, sisanya berapa?,” tuturnya yang juga merupakan warga desa Gudang Kahuripan RT 01/09 Kecamatan Lembang saat ditemui di lokasi, kemarin.

Menurutnya, kebutuhan pembangunan gedung sekolah setingkat SMP berstatus Negeri di kecamatan Lembang ini belum terlalu mendesak. Karena, untuk sekolah setingkat SMP yang berstatus negeri telah banyak tersebar di kecamatan Lembang ini.

Kendati demikian, pihaknya dengan wali murid lainnya bukan menolak dengan rencana pembangunannya namun ia menyesalkan jika harus dibangun di SDN Pancasila yang menjadi kebanggan KBB ini.

“SMP di Lembang itu sudah ada 5 sekolahan, jadi kebutuhannya belum terlalu mendesak. Kalaupun mendesak jangan dilingkungan pancasila kan sayang SD ini sudah terkenal dan kualitasnya berani bersaing dengan kualitas SD SD Negeri di Kota Bandung,” ujarnya.

Ketua Komite Sekolah SDN Pancasila Sutrisno Setiawan memaparkan, terkait rencana pembangunan gedung SMPN 6 di lahan SDN Pancasila ini tertuang dalam surat nomor 421/365-Disdikpora/2015 tertanggal 22 September 2015 dan surat nomor 421/17-Disdikpora/2015 yang ditandatangani oleh Kepala Disdikpora KBB Agustina Piryanti.

Dalam surat tersebut, mereka meminta agar Yayasan SOS Childrens Village Indonesia (Yayasan SOS Desa Taruna Bandung pada 1973,Red) selaku pendiri sekolah tersebut, hingga berstatuskan negeri seperti sekarang ini, agar mengizinkan dan mendukung untuk rencana tersebut.

Terkait hal itu, pihaknya menilai, rencana pembangunan itu tidak sesuai dengan aturan pembangunan. Karena, tidak memenuhi tahapan-tahapan pembangunan sebagaimana yang diatur dalam undang-undang.

“Apapun konsep rencana pembangunannya, semestinya kita duduk bersama dengan stack holder warga dan komite sekolah, hal ini untuk menyerap segala aspirasi terutama dari warga, kan harus ada sosialisasi dulu dan kajian dulu dalam pembangunan itu,” paparnya di tempat yang sama.

Dia menjelaskan, lahan SDN Pancasila seluas 9800 meterpersegi ini sebagaimana yang tertuang dalam surat keputusan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (P dan K) Pemerintah Provinsi Jawa Barat tahun 1973 yang diperkuat dengan dikeluarkannya surat dari Kepala Desa menjabat saat itu yakni Wahyu Dase Sujatna dengan nomor 593/25/pem yang peruntukannya tidak lain untuk sarana pendidikan SD Negeri Pancasila.

“Nah kalau disini akan dibangun SMPN 6 seluas 6000 meterpersegi berarti tanah sisanya untuk SDN Pancasila itu hanya 3800 meter persegi, itu mah bukan meminta, harusnya duduk bersama dong,” katanya.

Menurutnya, penolakan murid dan wali murid terkait rencana tersebut bukan tanpa alasan, karena SDN Pancasila telah bermetamorfosis dari SD biasa menjadi SD Negeri unggulan favorit yang mendapatkan predikat Sekolah Rintisan Bertaraf Internasional (SRBI) yang berwawasan lingkungan. Jika rencana tersebut terealisasi maka tentu saja akan merubah yang telah dirintis selama ini.

“Kami nggak mau suasana lingkungan berubah, kami dengan rengrengan akan terus memperjuangkan. Karena aspirasi dari orang tua tetap menolak rencana pembangunan itu, karena keberadaan SD ini juga dinikmati oleh warga KBB darimana-mana,” katanya.

Untuk itu pihaknya meminta dengan sangat kepada dinas terkait dalam hal ini Disdikpora KBB agar berkenan untuk membahas masalah ini bersama stack holder dan warga. “Ayo kita duduk bareng, jangan dibiarkan jadi bola panas seperti ini, karena kami bukan menolak pembangunannya tapi menolak tempat pembangunannya kenapa di SDN Pancasila,” ungkapnya.

Selain itu, Ade Suhendar Salah Seorang guru di SDN Pancasila menyebutkan, SDN Pancasila saat ini memiliki siswa berjumlah 464 dengan 17 ruangan kelas dengan masing-masing kelas memiliki 3 ruangan. “Kelas 1,2,3,4,6 tiga kelas-tiga kelas, hanya kelas 5 aja yang dua kelas,” katanya.

Ade menuturkan, SDN Pancasila ini telah meraih berbagai penghargaan dan prestasi bahkan menjadi SD Favorit dengan predikat Sekolah Rintisan Bertaraf Internasional (SRBI). Bukan itu saja, SDN Pancasila juga sering dijadikan tempat syuting dalam pembuatan film dengan latar bangunan sekolahan SD. “SD ini pernah dijadikan latar tempat dalam salah satu filmnya Sherina,” pungkasnya. (bie)

Loading...

loading...

Feeds

Viral Azan Serukan Jihad

POJOKBANDUNG,com, BANDUNG – Aksi sekelompok orang yang mengumandangkan azan pada beberapa tempat viral di media sosial (medsos). Namun, dari panggilan …

Tersangka, Rizieq Syihab Terancam 6 Tahun

Polda Metro Jaya akhirnya resmi melayangkan surat panggilan kepada Rizieq Syihab. Pemimpin Front Pembela Islam (FPI) itu dipanggil terkait kerumunan saat …

Teras Cihampelas Sepi, Begini Penampakannya!

  POJOKBANDUNG,com, BANDUNG – Sempat menjadi salah satu primadona kawasan wisata belanja Kota Bandung, kondisi Teras Cihampelas kini memprihatinkan. Tak …