Keberadaan Bandara Kertajati di Jabar, Ini yang Diharapkan DPRD Jabar

Desain bandara Kertajati.

Desain bandara Kertajati.

POJOKBANDUNG.com,BANDUNG– DPRD Jawa Barat berharap Pemerintah Provinsi Jawa Barat bisa mengelola operasional Bandara Internasional Jawa Barat Kertajati yang berlokasi di Kabupaten Majalengka. Hal ini sangat penting mengingat bandara tersebut memiliki potensi yang besar.


Wakil Ketua Komisi IV DPRD Jabar Daddy Rohanadi mengatakan, rencana pengambilalihan BIJB Kertajati oleh pemerintah pusat merupakan kerugian. Sebab, Pemprov Jabar akan kehilangan potensi pendapatan dari bandara tersebut.

Seharusnya, dengan beroperasinya BIJB Kertajati, PAD pemprov akan meningkat mengingat bandara tersebut memiliki potensi yang besar. Menurut Daddy, saat beroperasi nanti, bandara tersebut akan melayani banyak penumpang.

Hal ini dikarenakan lokasi BIJB cukup strategis serta dilengkapi akses yang mudah jika jalan tol Cileunyi – Sumedang – Dawuan selesai dibangun. Terlebih, banyak pihak yang menilai bandara ini pun dibangun sebagai solusi atas padatnya Bandara Internasional Soekarno-Hatta.

“Dan penumpangnya tidak hanya dari Jawa Barat. Tapi dari Jawa Tengah juga bisa ke situ,” kata Daddy di Bandung, Minggu (17/1).

Lebih lanjut Daddy menilai, jika pemprov hanya mengelola kawasan BIJB Kertajati, PAD yang diperoleh tidak maksimal. Padahal, pemprov sendiri sudah mengeluarkan biaya yang cukup besar untuk pembangunan bandara tersebut.

“Ini kerugian. Kita bisa kehilangan PAD. Seharusnya, BIJB Kertajati ini jadi sumber PAD,” paparnya.

Oleh karena itu, Daddy meminta pemprov mempercepat pembangunannya dengan cara apa pun. “Kalau bisa diselesaikan, ya selesaikan. Sayang kalau nanti diambil pusat,” katanya.

Seperti diketahui, pemerintah pusat menyatakan pengambilalihan pekerjaan sisi udara (runway) yang tinggal 20 persen lagi dengan total kebutuhan Rp 1 triliun. Adapun sisi darat yang mulai dikerjakan memerlukan biaya Rp 2,1 triliun yang seluruhnya bersumber dari APBN.

Gubernur Jabar Ahmad Heryawan menyambut baik rencana pemerintah pusat yang mengambil alih pembiayaan pembangunan Bandara Internasional Jawa Barat Kertajati di Kabupaten Majalengka. Sehingga, pemprov akan fokus menangani pembangunan kawasan aeropolis melalui BUMD milik pemprov yakni PT BIJB.

“Ini membuat proses keseluruhan pembangunan ke depan fokus dan simultan. Pekerjaan besar sisi udara dan darat ditangani pemerintah pusat cq Kementerian Perhubungan, sedangkan PT BIJB dengan kapasitasnya akan membangun area bisnis Aeropolis,” katanya.

Namun, Heryawan meminta pemerintah pusat tetap menggunakan desain yang sudah dibuat yang memadukan teknologi tinggi dan budaya Jabar. Pemprov pun meminta pusat selalu memprioritaskan Majalengka dan Jabar agar tetap menjadi yang pertama kali menikmati dampak positif pembangunan bandara tersebut.

“Dampak ekonomi bandara sekaligus meminta PT BIJB tetap dilibatkan dalam operasional bandara ketika sudah selesai. Nantinya PT BIJB akan kami arahkan untuk berkongsi dengan BUMD milik Pemkab Majalengka dan investor strategis,” katanya.

Heryawan pun tetap meminta agar pembangunan jalan tol Cileunyi-Sumedang-Dawuan selesai tepat waktu. “Terus menggenjot pembangunan tol Cileunyi-Sumedang-Dawuan, agar daya dukung ke BIJB semakin kuat,” pungkasnya. (agp)

Loading...

loading...

Feeds

Gelaran The NextDev, Lanjutkan Inovasi Digital

POJOKBANDUNG.com, JAKARTA- Telkomsel kembali menyelenggarakan The NextDev Talent Scouting dan The NextDev Academy tahun 2020. Pengumuman tersebut dilakukan dalam kegiatan …