Begini Cara Teroris Berkomunikasi Agar Tak Terlacak Aparat

Ketua BIN Sutiyoso dan Kapolda Metro Jaya Irjen Pol Tito Karnavian meninjau lokasi ledakan bom di Pos Polisi Sarinah, Jakarta, Kamis (14/1). Sejumlah teroris melakukan penyerangan terhadap beberapa gedung dan pos polisi di kawasan Sarinah yang mengakibatkan sejumlah korban tewas dan luka-luka. Foto : Ricardo/JPNN.com

Ketua BIN Sutiyoso dan Kapolda Metro Jaya Irjen Pol Tito Karnavian meninjau lokasi ledakan bom di Pos Polisi Sarinah, Jakarta, Kamis (14/1). Sejumlah teroris melakukan penyerangan terhadap beberapa gedung dan pos polisi di kawasan Sarinah yang mengakibatkan sejumlah korban tewas dan luka-luka. Foto : Ricardo/JPNN.com

POJOKBANDUNG.com, JAKARTA – Kepala Badan Intelejen Negara (BIN) Sutiyoso mengatakan jaringan teroris kerap menggunakan sandi-sandi khusus saat berkomunikasi melalui situs on-line dengan para anggota lainnya di setiap negara. Hal itul juga sering dilakukan oleh sejumlah anggota ISIS yang menjalankan aksinya di Indonesia.


“Mereka ini sering mengirimkan kode dan sinyal tertentu kepada sejumlah anggotanya. Itu yang berhasil kami lacak di internet,” kata Sutiyoso di Kantor BIN, Kalibata, Jakarta, Jumat (15/1).

Sutiyoso juga mengungkapkan ada beberapa cara pelaku melakukan transfer dana dari luar negeri ke beberapa anggotanya di Indonesia. Ini juga diterapkan oleh jaringan yang melancarkan aksi teror di Sarinah, Kamis (15/1) kemarin.

“Mereka mentransfer lewat bank lokal namun oleh mereka disamarkan. Sehingga jika tertangkap petugas tak bisa menangkap karena alat bukti yang membuktikan kalau uang itu untik kegiatan terorisme tak ada,” tambahnya.

“Biasanya disamarkan melalui kegiatan agama,” tambahnya.(mg4/jpnn)

Loading...

loading...

Feeds

Indikator Menuju Desa Maju

MAJU desanya, makmur dan sejahtera warganya. Mungkin ini adalah dambaan setiap orang, untuk menciptakan lingkungan yang nyaman. Inilah yang disebut …