Pembunuh Pricilia Divonis 1 Tahun, Keluarga Korban Meradang

 


POJOKBANDUNG.com, BANDUNG— Pino alias Rungdhe, 13, pelaku pembunuhan Pricilia Ekawati Putri, akhirnya divonis hukuman 1 tahun perawatan ‎oleh majelis hakim sesuai tuntutan jaksa dalam agenda sidang putusan yang digelar di Pengadilan Negeri (PN) Bandung, Rabu (13/1). Sidang sempat tertunda satu minggu dan diwarnai unjuk rasa keluarga korban yang merasa tak terima dengan vonis hakim.

Peristiwa pembunuhan terhadap siswi SMP 51 itu, terjadi di dekat gerbang perumahan Grand Sharon, Kota Bandung, 31 Agustus 2015.

Hakim ketua dalam sidang tersebut, Pranoto, SH, MH, menyatakan, terdakwa Pino bersalah melanggar dakwaan kesatu Pasal 80 Ayat (3) jo Pasal 76C UU No. 35 tahun 2014 tentang Perubahan Atas UU No 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak.

“Menyatakan terdakwa terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah sebagaimana dakwaan kesatu, yaitu melakukan kekerasan terhadap anak yang mengakibatkan mati. Menjatuhkan tindakan terhadap terdakwa berupa perawatan di Lembaga Penyelenggaraan Kesejehteraan Sosial (LPKS) Panti Sosial Marsudi Putra (PSMP) Handayani Jakarta selama satu tahun,” kata hakim saat membacakan amar putusannya.

Hakim menyebut hal yang memberatkan terdakwa yaitu perbuatan dilakukan dengan cara sadis dan menimbulkan kesedihan serta trauma yang panjang terhadap orangtua korban.

Hal yang meringankan, terdakwa masih anak-anak dan masih sekolah di SMPN kelas 7, mengakui terus terang perbuatannya, bersikap sopan, dan menyesali perbuatan.

Berdasarkan Pasal 69 ayat (2) UU RI No 11 Tahun 2002 tentang Sistem Peradilan Pidana Anak, yang menyatakan bahwa anak yang belum berusia 14 tahun hanya dapat dikenai tindakan. Hukuman berupa perawatan dikeluarkan berdasarkan Laporan Hasil Penelitian Kemasyarakatan (Litmas) Balai Pemasyarakatan Bandung No Register: 2015/IX/01 tanggal 08 September 2015.

Dalam peristiwa tersebut, terdakwa telah melakukan kekerasan terhadap anak yang mengakibatkan mati. Pelaku yang merupakan teman sekolah korban ini memukul korban dengan menggunakan paku yang dibawanya sendiri dari rumah.

Peristiwa berawal ketika Pino yang sudah putus berpacaran dengan korban, mengajak untuk bertemu. Pertemuan pertemuan terjadi Senin 31 Agustus 2015, di dekat gerbang Grand Sharon. Sejak dari rumah, Pino sudah mempersiapkan palu.

Ketika bertemu, korban memberikan jaket kepada terdakwa Pino. Keduanya lalu berjalan ke pematang sawah dan ngobrol sambil duduk berdampingan. Saat itu, terdakwa bertanya kepada korban mengapa tak pernah menepati janji padahal terdakwa sudah bolos sekolah demi bertemu korban.

Korban ketika itu justru membanggakan pacar barunya hingga membuat terdakwa kesal. Diam-diam terdakwa mengambil palu dari tas dan berdiri di depan korban serta langsung memukulkan palu ke kepala korban satu kali hingga korban jatuh.

Terdakwa kemudian kembali memukulkan kembali palunya ke bagian kepala kiri korban beberapa kali dan beberapa pukulannya mengenai tangan kiri serta pinggang korban hingga mengakibatkan korban terluka parah di kepala dan meninggal ditempat.

Pelaku kemudian berhasil ditangkap setelah sekitar 30 menit berlari dari lokasi pembunuhan. Selain melakukan pembunuhan Pino pun sempat merampas smartphone milik korban namun terjatuh tak jauh dari lokasi pembunuhan karena panik dikejar warga.

Dalam sidang sebut hadir Panitera Pengganti Tanti T,SH.MH, Jaksa Penuntut Umum Ratno Timur, dan ‎
Pengacara Didi Iskandar, SH. Sebanyak 20 orang keluarga korban juga hadir dalam sidang tersebut.[des] ‎

Loading...

loading...

Feeds

Telkomsel Hadirkan To The POIN Festival

POJOKBANDUNG.com, JAKARTA–Menjelang perayaan Natal 2020 dan Tahun Baru 2021, Telkomsel kembali memberikan program spesial kepada seluruh pelanggan setia dengan menggelar …