Saat Penggeledahan, Densus 88 Temukan Emblem Mirip Lambang ISIS

Penggeledahan Tim Densus 88. (Ramdhani/Pojokbandung)

Penggeledahan Tim Densus 88. (Ramdhani/Pojokbandung)

POJOKBANDUNG.com, BALEENDAH-Sehari ini, Selasa (12/1) tim gabungan dari Densus 88, Polda Jabar, Polrestabes Bandung dan Polres Bandung menggeledah dua titik berbeda yang diduga tempat penyimpanan barang-barang milik terduga teroris FR alias US. Dari dua lokasi tersebut, polisi mengamankan beberapa barang bukti.


FR alias US sendiri, ditangkap Densus 88 pada Senin (11/1) di salah satu rumah Yatim Piatu di Kawasan Baleendah Kabupaten Bandung.

Penggeledahan pertama dilakukan di rumah orang tua FR alias US di komplek perumahan Bumi Malaka Indah, Desa Bojong Malaka, Kecamatan Baaleendah Kabupaten Bandung, selama dua jam polisi menggeleedah rumah tersebut.

Kabid Humas Polda Jabar, Kombes Sulistyo Pudjo mengatakan, rumah di blok B3 nomor 35 tersebut merupakan kediaman H, ayah dari FR yang sebelumnya ditangkap. Dari rumah tersebut, Polisi mengamankan beberapa barang seperti buku-buku dan dokumen lainnya.

“Banyak barang yang diamankan, nanti barang bukti akan dilakukan inventarisasi dan verifikasi oleh Densus 88,” tutur Pudjo ketika diwawancara.

Menurutnya, FR alias US masih ada hubungan dengan beberapa orang terduga teroris yang ditangkap di Cimaung dan Ciwidey.

“Mereka masih kelompok Solo. Sejauh ini, sudah ada empat orang yang diamankan,”ucapnya.

Densus sendiri, masih melaakukan pengumpulan barang bukti dari beberapa TKP, saksi dan tersangka.

“Nanti disampaikan setelah dlakukan pendalaman dari informasi yang ada,”katanya.

Lokasi penggeledahan kedua berada di Kampung Kerenceng, Desa Bojong Malaka, Kecamatan Baleendah. Di lokasi tersebut, polisi menggeledah dua kamar kontrakan yang diduga pernah menjadi tempat singgah FR alias US.

Di lokasi tersebut, Polisi menyita beberapa barang seperti buku, dokumen, laptop, flashdiks, CD dan emblem mirip lambang ISIS. Penghuni kosan sendiri, sudah tidak ada di tempat.

Pemilik kamar-kamar kos yang digeledah, Agus Salim (60), mengatakan kamar yang digeledah tersebut dikontrak oleh Ahmad dan Gingin. Di tempat itu, Ahmad tingggal bersama istri dan tiga anaknya.

“Sehari-hari Ahmad berjualan bubur sumsum, istrinya bekerja di Yayasan Panti Yatim Piatu,”tutur Agus.

Sementara, Gingin baru akan bekerja di Kopo dan istrinya bekerja di dapur yayasan panti yatim piatu.

“Para penghuni sedang bekerja, jadi tidak ada,”katanya.

Selain dua kamar milik Ahmad dan Gingin yang pernah dijadikan tempat singgah FR, kamar milik Hamidah pun ikut digeledah. Namun, tidak ada barang yang diambil dari kamarnya.

Kapolres Bandung AKBP Erwin Kurniawan mengatakan penggeledahan ini untuk memperkuat penyelidikan atas FR yang sempat singgah di dua kamar tersebut. Sejumlah barang yang diambil pun akan lebih lanjut diselidiki.

“Apakah beberapa dokumen yang diambil dari penggeledahan itu ada kaitannya atau tidak, belum tahu. Isinya pun belum dipastikan apa sampai saat ini. Selanjutnya diselidiki di Polrestabes Bandung,” kata Kapolres.

Penggeledahan sendiri dilakukan, untuk mencari alat bukti yang digunakan atau diduga ada kaitannya dengan pengungkapan kasus terorisme.

Keluarga FR sendiri, kata Erwin mengaku tidak mengetahui bahkan tidak menduga jika anaknya diduga terlibat dalam terorisme.

“Tadi ibunya sempat syok karena tidak menduga anaknya diduga terlibat dalam terorisme,”ujarrnya.

Erwin mengimbau kepada masyarakat untuk mewaspadai adanya faham-faham radikal yang bisa menjurus ke arah terorisme. Masyarakat juga harus lebih hati-hati jika ada warga baru yang berkepribadian tidak seperti biasanya.

“Paling tidak, asal usul warga baru harus diketahui,”ucapnya. (mld)

Loading...

loading...

Feeds

Habib Rizieq Minta Maaf

POJOKBANDUNG.com,JAKARTA– Imam Besar Front Pembela Islam (FPI) Habib Rizieq Shihab minta maaf karena beberapa waktu lalu dirinya membuat kerumunan massa …

Viral Azan Serukan Jihad

POJOKBANDUNG,com, BANDUNG – Aksi sekelompok orang yang mengumandangkan azan pada beberapa tempat viral di media sosial (medsos). Namun, dari panggilan …