Kalau Sekadar Gagah-Gagahan, Pembelian Laptop Dewan Batalkan Saja

DPRD Kab Bandung

DPRD Kab Bandung

POJOKBANDUNG.com, SOREANG– Rencana pembelian laptop bagi anggota DPRD Kabupaten Bandung sebaiknya dibatalkan, karena tidak berdampak terhadap kesejahteraan rakyat.


Ketua FPKB, Hidayat Bastaman mengatakan rencana pembelian laptop senilai Rp15 juta tiap unit dinilai terlampau mahal dan akan melukai perasaan rakyat.

Hal tersebut dikarenakan, barang yang akan dibeli dengan anggaran Rp750 juta tersebut, jauh dari kepentingan publik. Sehingga, kalaupun ingin mempunyai laptop, maka sebaiknya menggunakan uang pribadi bukan dari APBD.

“Pembelian laptop itu tidak sesuai dengan kebutuhan rakyat yang diwakili oleh anggota Dewan,” tutur Hidayat, Senin (11/1).

Dari pada membeli barang dengan uang APBD, sebaiknya DPRD Kabupaten Bandung, kata Hidayat, lebih melihat kebutuhan rakyat yang sedang dalam kesusahan.

“Bukannya mereka sudah mempunyai tunjangan dan gaji besar?,”ucapnya.
Terlebih, selama ini kinerja wakil rakyat di Kabupaten Bandung belum maksimal. Bahkan, cenderung lebih mempertontonkan kemewahan dan gaya hidup dibanding memperjuangkan nasib rakyatnya.

“Coba saja lihat, selama ini kinerja mereka sudah mencerminkan rakyat yang diwakilinya atau tidak. Padahal mereka itu hidup dibiayai rakyat, lalu apa balasan mereka untuk rakyat. Nah saya juga mengimbau kepada rakyat, sebaiknya jangan pilih kembali mereka. Dan rakyat juga jangan mudah melupakan apa yang telah dilakukan oleh para wakilnya di kursi parlemen itu,”ujarnya.

Sebelumnya, Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Bandung berencana membeli 50 unit laptop. Rencana tersebut, menuai kontroversi karena dipandang tidak terlalu urgen.

“Saat ini, kondisi ekonomi sedang labil, Masyarakat banyak yang sedang kesusahan, ini malah membeli laptop,” tutur Ketua Komite Peduli Jawa Barat (KPJB) Kabupaten Bandung, Lili Muslihat (Rabu (6/1).

Dia memandang, Laptop bukan merupakan keperluan mendesak bagi anggota DPRD, terlebih banyak diantara mereka sudah mempunyai barang tersebut.

Kalaupun laptop dipandang untuk penunjang kinerja, maka bisa menggunakan smart phone atau android yang sudah terdapat fasiltas seperti laptop.

“Zaman sekarang ini, jangankan anggota dewan, rakyat jelata yang pas-pasan saja pada punya smart phone. Lalu buat apa dewan ini minta dibeliin laptop. Kalau katanya untuk peningkatan kinerja dan untuk gagah-gagahan saja, rasanya sangat lucu,” ujarnya.

Terlebih anggaran yang dikeluarkan untuk membeli laptop cukup besar, mencapai Rp750 juta, dimana setiap anggota DPRd Kabupaten Bandung mendapat jatah satu unit dengan harga Rp15 juta.

Sekretaris DPRD Kabupaten Bandung, Slamet Mulyana membenarkan jika pihaknya berencana melakukan pembelian laptop untuk semua anggota DPRD. Namun, ia berdalih rencana pembelian laptop tersebut, bertujuan untuk peningkatan kinerja semua anggota DPRD. Apalagi, di zaman serba komputer seperti sekarang ini laptop akan sangat menunjang kinerja mereka.

“Itu baru rencana saja. Lagi pula untuk menunjang kinerja,” paparnya.

Disebutkannya, perkembangan zaman yang sudah memasuki era digital mengharuskan semua orang melakukan penyesuaian, termasuk anggota DPRD. Pembelian laptop untuk anggota DPRD itu cukup penting. Seperti misalnya untuk mengakses internet melihat dan mencari informasi mengenai berbagai produk hukum. Seperti mengakses berbagai situs Kantor Kementrian dan lainnya.

“Sekarang itu kan zamannya internet. Informasi apapun bisa kita peroleh lewat internet. Kalau kita tidak terbiasa dengan internet yah kita ketinggalan dong,,” ujarnya.

Sedangkan mengenai harganya, kata dia, sudah disesuaikan dengan kondisi ekonomi saat ini. Dimana nilai tukar rupiah yang terus melemah terhadap dolar Amerika Serikat. Sehingga, harganya masih dianggap wajar-wajar saja. (mld)

Loading...

loading...

Feeds

Momen RAFI 2021, Telkomsel Siaga Maksimalkan Jaringan

POJOKBANDUNG.com, JAKARTA- Telkomsel siap memastikan ketersediaan kualitas jaringan dan layanan yang prima demi menghadirkan pengalaman digital untuk #BukaPintuKebaikan bagi masyarakat …

PDRI Siap Kawal Distribusi KIP Kuliah Merdeka

POJOKBANDUNG.com, BANDUNG – Persaudaraan Dosen Republik Indonesia (PDRI) akan memantau dan mengawal distribusi penyaluran Kartu Indonesia Pintar (KIP) Kuliah Merdeka …