Ini yang Sebabkan Pedagang Daging Ayam di Cimahi Stres

Pedagang daging ayam

Pedagang daging ayam

POJOKBANDUNG.com, CIMAHI–Harga daging ayam di sejumlah pasar di Cimahi menembus Rp 40.000 per Kilogramnya.


Kenaikan tersebut dipicu langkanya daging ayam, diduga akibat kurangnya pasokan kepada pedagang.

Tak sedikit pedagang ayam yang memilih tidak berjualan karena menghindari kerugian. Menurut salah seorang pedagang di Pasar Atas, Cimahi, Dedeh, sejak hari Minggu kios daging ayam terlihat sepi.

Dia mengaku pusing jika kondisi terus seperti ini dalam waktu yang lama. “Ada daging, tapi mahal, jadi sepi pembeli. Kalau saya turunkan harganya rugi juga,” ujar perempuan yang menginjak usia 50 tahun itu.

Belum lagi kondisi tersebut sering dikeluhkan konsumen. Mereka menganggap harga tersebut tidak realistis.

“Katanya terlalu mahal. Karena stok harus habis dalam sehari, paling harganya saya kurangi seribu rupiah jadi Rp39.000 padahal harusnya Rp40.000/kg,” keluhnya.

Dedeh menerangkan, normalnya ia biasa mendapat pasokan daging ayam sampai 3 kuintal perhari namun kini hanya setengahnya saja.

Sementara, Dinas Koperasi UKM Perindustrian Perdagangan dan Pertamanan (Diskopindagtan) Kota Cimahi akan melaporkan kenaikan daging ayam yang sudah menembus angka Rp 40.000/kg kepada Dinas Perindutrian dan Perdagangan Jawa Barat.

“Akan kita laporkan, selanjutnya menunggu kebijakan dari Dinas Perindag Provinsi dan Bulog Jabar apakah akan dilakukan operasi pasar atau tidak,” kata Kepala Diskopindagtan Kota Cimahi, Dantje Sunanda.

Pihaknya sudah mengecek di lapangan terkait dengan kenaikan harga daging ayam dan memang dari pengakuan beberapa pedagang, harga daging ayam ini sudah tidak wajar. Dantje menduga jika kenaikan harga ini dipicu oleh dampak libur panjang dan hari-hari besar seperti natal dan tahun baru.

“Karena banyak permintaan saat libur natal dan tahun baru yang juga bertepatan dengan hari libur sekolah, sehingga sekarang pasokannya berkurang,” jelas Dantje. (bbb)

Loading...

loading...

Feeds