Jabar Sedikitnya Harus Bangun Lagi Lima Proyek Waduk

Edi Nasution

Edi Nasution

 


POJOKBANDUNG.com, BANDUNG— Pemprov Jabar tengah dikejar target pembangunan sejumlah waduk di berbagai daerah, untuk memenuhi kebutuhan irigasi pertanian sekaligus pencegahan banjir. Meski biaya pembangunan ditanggung pemerintah pusat, tetapi peran Pemprov cukup vital, terutama dalam proses pembebasan lahan.

Kepala Dinas Pengelolaan Sumber Daya Air (PSDA) Jabar, Edi Nasution mengatakan, pihaknya tidak mau proyek-proyek tersebut mangkrak karena lemahnya koordinasi antara pemerintah pusat, provinsi dan daerah. Karena pembangunan waduk-waduk itu berada di semua wilayah sungai, maka semua balai besar wilayah sungai yang merupakan kepanjangan tangan Kementerian PU Pera, dikoordinasikan dengan Gubernur Jabar untuk membentuk Sistem Administrasi Satu Atep (Samsat).

“Memerlukan usaha yang ekstra, apalagi waduk yang jumlahnya besar, bukan kecil,” ungkap Edi, di Bandung, Minggu (10/1).

Pembangunan Waduk Jatigede (Simedang), merupakan pengalaman berharga dalam penyelesaian pembebasan lahan serta penanganan masalah sosial. Semua bisa diatasi dengan sistem kerja satu pintu melalui Samsat yang melibatkan semua pihak, dari psat hingga daerah termasuk unsur kejaksaan, kepolisian, TNI, BPN serta pihak lainnya.

“Bahwa masalah tanah itu tidak bisa diselesaikan hanya oleh satu institusi. Harus multi stakeholder, ada kejaksaan, kepolisian, pemerintah. Sehingga persolan selesai dengan efektif dan mudah dihadapi karena satu pintu,” tutur Edi.

Dari sekian banyak proyek, lima waduk di antaranya mendesak untuk dibangun. Kelimanya, Waduk Ciawi dan Sukamahi (wilayah Bogor), Waduk Leuwikeris (Tasikmalaya-Ciamis), Waduk Kuningan (Cirebon), dan Waduk Cipanas (Sumedang-Indramayu).

“Adapun Waduk Matenggeng di Citanduy, itu dibangun 2018,” katanya.[gun]

Loading...

loading...

Feeds