Ciptakan Satu Juta dengan Layanan Aplikasi Kola

Tiga founder Kola menunjukan aplikasi yang dibuatnya untuk menciptakan satu juta CEO. (ferry)

Tiga founder Kola menunjukan aplikasi yang dibuatnya untuk menciptakan satu juta CEO. (ferry)

 


POJOKBANDUNG.com, BANDUNG – Berbicara pertumbuhan penggunaan smartphone dan internet yang bertumbuh pesat di Indonesia, sudah sepatutnya masyarakat mulai menggunakan perangkat tersebut dengan maksimal. Bisa sebagai media peluang bisnis, atau membuka lapangan pekerjaan baru, sekalipun dikerjakan oleh seorang diri.

Belakangan ini, perkembangan Aplikasi Mobile bertumbuh pesat juga. Bahkan, banyak mereka yang awalnya menggunakan desktop beralih ke perangkat mobile. Alasannya mudah, perangkat tersebut dapat digunakan dan dibawa kemana-mana, murah, cepat, dan efektif.

Melihat fenomena ini, sekelompok pegiat IT asak Bandung yang dimotoru oleh tuga orang Founder yaitu Dani Purnama, Idhan Budiman dan Hendi Tridianto, berinisiatif membuat sebuah konsep layanan pembuatan aplikasi mobile untuk dapat dimanfaatkan oleh masyarakat.

Dani Purnama yang juga Founder Kola (PT Kreasi Sukses Parahyangan), konsep layanan ini diberi nama Kola. Kola mengambil dari kata Kolaborasi.

“Artinya, mempunyai misi sebagai jembatan bagus masyarakat yang ingin membuat Aplikasi Mobile dengan murah, mudah, cepat, dan efektif. Kami ingin masyarakat mulai menyadari pentingnya mengikuti perkembangan teknologi. Jadilah pelaku, jangan hanya menjadi market. Begitu banyak potensi yang bisa dikembangkan dengan mengikuti perkembanfan teknologi sekarang. Salah satunya setiap orang sekarang dapat memiliki aplikasi mobile nya sendiri”, jelasnya saat soft launching Kola, di Masion Pine, Kota Baru Parahyangan, Bandung. Minggu (10/1).

Caranya, cukup membeli starter pack dari Kola yang dibanderol dengan harga terjangkau. Maka pengguna sudah dapat membuat aplikasi mobile sesuai yang diinginkannya, baik itu untuk Android atapaun untuk iOs. Mulai dari nama aplikasi, tampilan, isi, atau konten, hingga update barang atau produk yang ditawarkannnya. Tanpa harus pusing memikirkan proses pemrograman, mengurus server, maintenance, apalagi harus mengeluarkan biaya yang mahal.

“Konsep layanan pembuatan aplikasi mobile ini ditujukan untuk kita semua. Siapapun Anda, apapun jenis usaha dan aktivitasnya baik itu personal, perusahaan, komunitas maupun toko, sekarang bosa memiliki aplikasi mobile sendiri,” jelasnya.

Adapun fitur yang kini disiapkan oleh Kola yakni, berita atau blogs, online store, KOLAborasi (marketplace), forun, event, biography (about). Kemudian kontak, tautan timeline sosial media (Facebook, Twitter, Instagran). Semua fitur dapat pilih sesuai dengan kebutuhan masig-masing pemilik aplikasi.

“Kedepannya akan ada fitur yang dapat dipergunalan oleh pengguna, seperti menu makanan, discography music, info kamar atau fasilitas hotel, showroom mobil, dan lokasi-lokasi aplikasi terdekat,” jelasnya.

“Misi kami adalah menciptakan 1 juta orang CEO dengan layanan kami, dengan memiliki aplikasi mobile nya sendiri maka orang tersebut dapat mempunyai usaha dan perusahaannya sendiri, terlebih kami menyiapkan sebuah fitur unggulan yanh kami beri nana KOLAborasi (marketplace) yang bisa diaktifkan oleh semua pengguna layanan kami. Pada fitur ini, pemilik aplikasi mobile dapat memiliki marketplace yang berisi produk-produk dari pemilik aplikasi mobile lainnya”, ujar Dani.

“Orang yang tidak punya barang tetapi memiliki aplikasi, tetap dapat berjuakan. Jadi, pada fitur KOLAborasi ini pemilik aplikasi dapat memasarkan produk milik aplikasi lain di dalam aplikasinya, pemilik aplikasi diberi kelaluasaan untuk memilih kategori produk yang akan dipasarkan di aplikasinya dan apabila terjadu penjuakan melalui aplikasinya maka pemilik aplikasi akan mendapatkan kami penjualan,” ucapnya.

Dani mencotohkan salah aplikasi mobike dengan nama “Toko Agus”. Aplikasi milik Agus seorang satpan di Sukabumi menurut dia tidak memiliki toko atau barang yang dijual. Tetapi, dengan fitur KOLAborasi Agus dapat menjuak barang orang lain yang ada di dalam aplikasinya.

Diakui Dani, teknologi, market dan shopinh online mengalami pertumbuhan pesat. Melihat semangat Agus dirinya sangat mengapresiasinya. Semangat dan kemauan yang keras seperti ini yang ingin kami tularkan kepada masyarakay luas dan para pelaju UKM lainnya.

“Agus tidak memliki toko atau barang, tetapi dia semangat untuk fokus dalam usaha ini. Dengan modal membeli starter pack, dan perangkat mobile yang dimiliki, ia serius dengan apa yang ia gelutinya sekarang tanpa harus meninggalkan profesinya sebagai satpan, apalagi orang yabg memiliki usaha dan barang, harusnya lebih hebat lagi semangatnya” ujarnya.

Melihat kemauan Agus tersebut, dapat dikatakan saat ini siapapun dapat memiliki Aplikasi Mobike dan berwirausaha dengan memanfaatkan perangkat mobile.

Selain Agus, kini sudah ada aplikasi juga yang dibuat dari pelaku usaha, ibu rumah tangga, perusahaan, dan juga dari berbagai kalangan profesi. Saat ini pun sudah ada sekirar 300 antrian dan terus bertambah tiap harinya yang telah memesan untuk membuat Aplikasi Mobile pada Kola.

“Kita akan terus melakukan pengembangan dan pembaharuan inovasi dan fitur terbaru pada layanan Kola ini. Tujuannya satu yakni berupaya memberikan kemudahan terhadap masyarakat melalui edukasi pemanfaatan teknologi digital,” pungkasnya. (Pra)

Loading...

loading...

Feeds