Atasi Kasus Kekerasan, Ini yang Dilakukan P2TP2A Jabar

Ilustrasi

Ilustrasi

 


POJOKBANDUNG.com, BANDUNG– Pusat Pelayanan Terpadu Pemberdayaan Perempuan dan Anak Jawa Barat menangani 240 kasus kekerasan terhadap anak dan perempuan serta kasus perdagangan manusia selama 2015 kemarin. Dari jumlah tersebut, setengahnya lebih persen merupakan kasus kekerasan terhadap anak.

Ketua P2TP2A Jabar Netty Prasetyani mengatakan, jumlah kekerasan terhadap anak dan perempuan ini mengalami peningkatan dibanding tahun sebelumnya. Salah satunya menyangkut kekerasan seksual terhadap anak.

Menurut Netty, selain jumlah kasusnya yang meningkat, korban akibat kekerasan pun turut meningkat. Sebagai contoh, peningkatan korban terlihat pada kasus pedofil yang dilakukan Emon, di Kabupaten Sukabumi di mana jumlahnya mencapai 100 orang lebih.

“Kemudian ada juga anak yang jadi korban, seperti anak SD dan anak SMP yang sudah dinyatakan HIV,” kata Netty di Gedung Sate, Bandung, pekan lalu. Netty menjelaskan, penyebab tingginya kasus kekerasan terhadap anak dan perempuan ini karena ketahanan keluarga yang mulai rapuh.

Selain itu, akses informasi dan teknologi pun semakin mudah dan berkembang sehingga semakin memancing pelaku untuk berbuat. Netty meminta, peningkatan kasus yang ditanganinya ini menyiratkan bahwa seluruh sektor khususnya P2TP2A harus meningkatkan kinerjanya dalam menyelenggarakan program yang merespons masalah terhadap anak dan perempuan.

Netty berharap, upaya yang dilakukannya tersebut bisa melibatkan masyarakat. “Karena bagaimana pun upaya yang bersifat struktur tidak akan berjalan baik tanpa partisipasi masyarakat,” katanya.

Sebagai contoh, untuk mencegah kasus kekerasan, pihaknya akan menerapkan konsep Pengasuhan Anak Berbasis Masyarakat. Konsep ini menjadi program unggulan P2TP2A Jabar untuk mengidentifikasi dan mengadvokasi anak-anak dengan berbagai jenis kerentanan.

“Konselor, kakak asuh dan relawan dari konsep ini sudah dilatih pada akhir tahun 2015. Awal tahun ini kami uji cobakan di kawasan yang menjadi binaan kami,” katanya.

Netty mengatakan, jika konsep tersebut sudah disempurnakan, maka konsep ini akan ditindaklanjuti atau diimplementasikan di sembilan kabupaten/kota sebagai kantong buruh migran Jabar seperti Cirebon, Indramayu, Majalengka, Kabupaten Bandung, Sukabumi, Cianjur, Kabupaten Karawang, Purwakarta dan Subang. “Pokoknya di daerah kantung buruh migran,” pungkasnya. (agp)

Loading...

loading...

Feeds

Cara Memperbarui Whatsapp GB

POJOKBANDUNG.com–DENGAN menggunakan whatsapp GB tentu akan mendapatkan banyak fitur yang tidak di miliki whatsapp resmi. Pengguna dapat menginstalnya melalui berbagai …

Maksimalkan Potensi UMKM dengan Evermos

POJOKBANDUNG.com, BANDUNG – Pemerintah Kota Bandung melalui Dinas Koperasi dan UMKM menjalin kerja sama dengan e-commerce untuk meningkatkan penjualan para …

Telkomsel Gelar Dunia Games League 2021

POJOKBANDUNG.com, JAKARTA – Telkomsel terus bergerak maju menegaskan komitmennya sebagai enabler dalam ekosistem esports Tanah Air melalui penyelenggaraan Dunia Games …