Makan Sepuasnya Bayar Semaunya

POJOKBANDUNG.com, MAKANAN adalah kebutuhan utama bagi manusia. Dengan makan kita bisa bertahan hidup dan bisa menjalankan aktivitas sehari-hari. Karena makanan merupakan kebutuhan primer, maka tidak heran apabila bisnis kuliner sudah menjamur di mana-mana. Dalam menjalankan sebuah bisnis, tentu bertujuan untuk mendapatkan keuntungan yang sebesar-besarnya. Bagaimana jika ada sebuah konsep rumah makan yang mempunyai tagline “Makan Sepuasnya, Bayar Semaunya.”


Adalah Rumah Makan Surga Dunia yang mempunyai konsep rumah makan amal bagi mereka yang benar-benar membutuhkan. Rumah makan yang diprakasai oleh alumni FMIPA Unpad , Nurrachman ,23, yang biasa disapa Ray awalnya berada di kawasan pendidikan Jatinangor dan berdiri sejak bulan Agustus 2013.

Untuk mendirikan rumah makan yang digagas olehnya, tentu bukanlah hal yang mudah. Perlu keahlian komunikasi yang baik untuk meyakinkan para investor. Seringkali Ray mendapatkan penolakan dari investor. Berkat semangat dan niat tulusnya, akhirnya iapun mendapatkan modal awal sebesar Rp 100.000.000 dari sepuluh investor.

Salah satu faktor yang mendorong Ray untuk membuka rumah makan amal adalah kepekaannya melihat kondisi teman-temannya yang jauh dari sanak saudara. “Saya prihatin melihat keadaan teman-teman ketika akhir bulan. Masih ada yang makan satu bungkus mie instan untuk tiga orang,” ungkap Ray dengan nada empati.

Setelah tiga bulan berjalan, rumah makan yang ia dirikan banyak disalahgunakan oleh pelanggan sehingga sempat mengalami kerugian. “Niat baik kita untuk membantu teman-teman yang kurang mampu masih banyak disalahgunakan. Waktu itu ada pembeli yang seharusnya membayar Rp 100.000 lebih, ternyata hanya membayar Rp 5.000 saja,” tegasnya.

Dengan kejadian tersebut, pada akhirnya Ray harus menggadaikan motornya untuk menutupi semua biaya operasional dan membayar gaji karyawan. “Saya menggadaikan motor tersebut tanpa sepengetahuan orangtua. Saya tidak ingin membuat mereka sedih. Meskipun pada saat itu kondisi RM. Surga Dunia sedang defisit, tetapi saya tidak akan menyerah. Saya akan memperjuangkan agar RM. Surga Dunia tetap bertahan sampai mempunyai banyak cabang di seluruh Indonesia, agar gerakan Indonesia anti kelaparan bisa teralisasikan,” jelas Ray.

Melihat kondisi seperti itu, Ray bersama timnya memutar otak mencari sistem yang tepat untuk diterapkan di rumah makannya agar tepat sasaran. Sudah beberapa kali RM. Surga Dunia menerapkan sistem agar tujuan awalnya untuk membuka rumah makan amal bisa tepat sasaran. Salah satunya dengan menerapkan sistem subsidi silang, artinya bagi pelanggan yang mampu diperbolehkan untuk membayar lebih agar bisa menutupi kekurangan dari pelanggan yang kurang mampu.

Selain mempunyai cita rasa yang enak, RM. Surga Dunia juga memiliki visi mewujudkan gerakan Indonesia anti kelaparan. Sebagian keuntungan yang didapat oleh RM. Surga Dunia disisihkan untuk dana sosial atau charity. Ray sangat berharap, dengan sebagian keuntungan yang diperoleh dari bisnisnya bisa bermanfaat untuk orang lain. Baginya, bisnis adalah bukan hanya berbicara tentang untung dan rugi. “Bisnis adalah bukan tentang seberapa besar kita mendapatkan omzet, tetapi bisnis yang baik adalah seberapa besar kita bisa memberikan manfaat bagi orang lain, bukan hanya memperkaya diri sendiri,” jelasnya.

Titik balik dari Rumah Makan Surga Dunia adalah setelah penayangan program 360 di Metro TV. Banyak dukungan yang bermunculan dari berbagai daerah. Tidak sedikit juga yang mengagumi ide dan gagasan Ray yang mempunyai konsep rumah makan amal. Pasca tayangan 360 Metro TV, ternyata mengundang media lain untuk berburu meliput RM. Surga Dunia. Tidak sedikit media yang berlomba-lomba datang untuk meliputnya, mulai dari media cetak, online ataupun elektronik.

Selain Metro TV, RM. Surga Dunia juga pernah diundang oleh stasiun televisi nasional, NET TV di program Indonesia Morning Show (IMS). Jarak lima bulan setelah penayangan program 360 Metro TV, CEO RM. Surga Dunia, Nurrachman berhasil meraih prestasi nasional dengan menjuarai lomba wirausaha muda pemula berprestasi tingkat nasional yang diselenggarakan oleh oleh Kementrian Pemuda dan Olahraga RI.

“Harapan saya ke depannya, mudah-mudahan RM. Surga Dunia bisa tersebar ke seluruh kota di Indonesia, agar visi Indonesia Anti Kelaparan memang benar-benar terealisasikan,” ucap Ray salah satu finalis tingkat Jawa Barat di Wirausaha Muda Mandiri 2014 ini. (bbb)

Loading...

loading...

Feeds

Habib Rizieq Minta Maaf

POJOKBANDUNG.com,JAKARTA– Imam Besar Front Pembela Islam (FPI) Habib Rizieq Shihab minta maaf karena beberapa waktu lalu dirinya membuat kerumunan massa …

Viral Azan Serukan Jihad

POJOKBANDUNG,com, BANDUNG – Aksi sekelompok orang yang mengumandangkan azan pada beberapa tempat viral di media sosial (medsos). Namun, dari panggilan …