Ini Detil Jalan Pintas yang Menggusur 700 Kuburan di TPU Pandu

ilustrasi

ilustrasi

POJOKBANDUNG.com, BANDUNG–Untuk mengurai kemacetan di kawasan Pasteur, Pemkot Bandung akan membangun jalan pintas dari Jalan Pandu ke Jalan Pasteur. Karena melewati Taman Pemakaman Umum (TPU) Pandu, tak kurang dari 700 makam bakal tergusur oleh proyek tersebut.


Sedangkan detil jalan pintas yang membentang sepanjang 509 meter itu, dimulai dari perempatan Jalan Pandu (perempatan Jalan Kurawa) hingga Jalan Pasteur. Lebar jalan yakni 12 meter. Untuk ruang milik jalan selebar 7 meter dan untuk trotoar masing-masing 5 meter.

“Jalannya akan dibeton karena eksiting disana berupa tanah. Jadi harus dilakukan pengerasan jalan,” ujar Kepala Dinas Bina Marga dan Pengairan (DBMP) Kota Bandung, Iskandar Zulkarnaen di Balai Kota Bandung, Jalan Wastukancana, Jumat (8/1/2016).

Menurut Zulkarnaen, dari kawasan Pasteur, Jalan tersebut hanya bisa diakses dari arah Surapati menuju Tol Pasteur. Posisi TPU Pandu sendiri berada di sebelah kiri jalan. Pengendara mobil maupun motor dari arah Pasteur menuju Surapati, tak bisa langsung belok, namun harus putar balik terlebih dahulu.

Sementara di kawasan Jalan Pandu, akses jalan bisa dari ujung Jalan Pandu dan Jalan Baladewa melewati kantor Dinas Pemakaman dan Pertamanan Kota Bandung (Diskamtam).

Akses jalan dari Jalan Pandu menuju Pasteur sebetulnya sudah ada sejak lama. Hanya saja akses jalan itu cuma untuk kendaraan roda dua.

Dari gerbang makam di Jalan Pandu hingga pemakaman Belanda Ereveld Pandu jalannya cukup lebar, sekitar 4 meter. Namun dari Pemakaman Belanda Ereveld Pandu hingga Jalan Pasteur hanya selebar 1,5 meter.

“Jalan itulah yang akan diperlebar sehingga cukup untuk sekitar dua mobil,” jelasnya.

Untuk memperlebar jalan pintas yang membelah makam tersebut, DBMP berkoordinasi dengan Dinas Pemakaman dan Pertamanan Kota Bandung untuk membebaskan lahan dari makam-makam non muslim yang ada di Komplek Pemakaman Pandu.

Dari Jalan yang sudah ada, dia mengatakan, Pemkot Bandung akan menggusur 700 makam dari rencana semula 672.

“Bertambahnya jumlah makam tersebut karena ada pelebaran pintu gerbang yang di Pasteur. Juga akan ada rekonstruksi jembatan karena di ujung Pasteur ini ada saluran,” ungkapnya. (mur)

Loading...

loading...

Feeds

Momen RAFI 2021, Telkomsel Siaga Maksimalkan Jaringan

POJOKBANDUNG.com, JAKARTA- Telkomsel siap memastikan ketersediaan kualitas jaringan dan layanan yang prima demi menghadirkan pengalaman digital untuk #BukaPintuKebaikan bagi masyarakat …

PDRI Siap Kawal Distribusi KIP Kuliah Merdeka

POJOKBANDUNG.com, BANDUNG – Persaudaraan Dosen Republik Indonesia (PDRI) akan memantau dan mengawal distribusi penyaluran Kartu Indonesia Pintar (KIP) Kuliah Merdeka …