Berlebihan, Rencana Pengadaan 50 Laptop Anggota DPRD Kab Bandung

POJOKBANDUNG.com, SOREANG– Rencana Pembelian laptop bagi 50 anggora Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Bandung mendapat sindiran dari praktisi teknologi Informasi (TI). Harga Rp 15 juta untuk satu unit laptop, dinilai berlebihan jika hanya untuk menunjang kinerja para anggota legislatif.


Praktisi TI Kabupaten Bandung, Gili Ardianto, mengatakan, dengan harga mencapai Rp 15 juta, maka laptop yang akan dibeli setara dengan pembuatan design grafis atau arsitektur.

“Beberapa program memang membutuhkan spesifikasi yang bagus, karena aplikasi yang digunakan sangat berat. Laptop dengan harga Rp 15 juta, prosesornya bisa core i7, RAM 8 GB, praphics processor unit-nya bisa NVIDIA. Ini biasa dipakai oleh gamers atau profesi khusus di bidang desain grafis,” ujar Gili, Kamis (7/1).

Dengan demikian, maka laptop yang akan digunakan oleh anggota DPRD Kabupaten Bandung terlalu berlebihan. Pasalnya, kebutuhan para anggota legislatif tidak harus menggunakan spesifikasi berlebih.

“Kalau hanya untuk pengetikan, transfer data atau online, pakai kelas bisnis juga bisa, harganya paling Rp 5 Juta. Kecuali, kalau anggota dewan mau bikin-bikin desain grafis atau main game, mementingkan prestise atau gengsi,” sindirnya.

Gili mengatakan kemampuan Bahasa Inggris dan pengoperasian komputer serta internet setiap orang berbeda-beda, termasuk para anggota dewan. Disarankan, katanya, ada pelatihan khusus ihwal dua kemampuan tersebut bagi para anggota dewan jika akan diberi laptop.

Sebelumnya diberitakan, Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Bandung berencana membeli 50 unit laptop. Rencana tersebut, menuai kontroversi karena dipandang tidak terlalu urgen.

“Saat ini, kondisi ekonomi sedang labil, Masyarakat banyak yang sedang kesusahan, ini malah membeli laptop,”tutur Ketua Komite Peduli Jawa Barat (KPJB) Kabupaten Bandung, Lili Muslihat (Rabu (6/1).

Dia memandang, Laptop bukan merupakan keperluan mendesak bagi anggota DPRD, terlebih banyak diantara mereka sudah mempunyai barang tersebut.

Kalaupun laptop dipandang untuk penunjang kinerja, maka bisa menggunakan smart phone atau android yang sudah terdapat fasiltas seperti laptop.

“Zaman sekarang ini, jangankan anggota dewan, rakyat jelata yang pas-pasan saja pada punya smart phone. Lalu buat apa dewan ini minta dibeliin laptop. Kalau katanya untuk peningkatan kinerja dan untuk gagah-gagahan saja, rasanya sangat lucu,”ujarnya.

Terlebih anggaran yang dikeluarkan untuk membeli laptop cukup besar, mencapai Rp750 juta, dimana setiap anggota DPRd Kabupaten Bandung mendapat jatah satu unit dengan harga RP15 juta.

Sekertaris DPRD Kabupaten Bandung, Slamet Mulyana membenarkan jika pihaknya berencana melakukan pembelian laptop untuk semua anggota DPRD. Namun, ia berdalih rencana pembelian laptop tersebut, bertujuan untuk peningkatan kinerja semua anggota DPRD. Apalagi, dizaman serba komputer seperti sekarang ini laptop akan sangat menunjang kinerja mereka.

“Itu baru rencana saja. Lagi pula untuk menunjang kinerja,”ujarnya.

Disebutkannya, perkembangan zaman yang sudah memasuki era digital mengharuskan semua orang melakukan penyesuaian, termasuk anggota DPRD. Pembelian laptop untuk anggota DPRD itu cukup penting. Seperti misalnya untuk mengakses internet melihat dan mencari informasi mengenai berbagai produk hukum. Seperti mengakses berbagai situs Kantor Kementrian dan lainnya.

“Sekaran itu kan zamannya internet. Informasi apapun bisa kita peroleh lewat internet. Kalau kita tidak terbiasa dengan internet yah kita ketinggalan dong,,”ujanya.

Sedangkan mengenai harganya, kata dia, sudah disesuaikan dengan kondisi ekonomi saat ini. Dimana nilai tukar rupiah yang terus melemah terhadap dolar Amerika Serikat. Sehingga, harganya masih dianggap wajar-wajar saja. (mld)

Loading...

loading...

Feeds

Rizieq Syihab Terancam Pidana

Pimpinan Front Pembela Islam (FPI) Rizieq Syihab telah meninggalkan Rumah Sakit (RS) Ummi di Kota Bogor, Sabtu (28/11).