Banyak Diprotes, Proyek Jalan Tembus Lewat TPU Pandu Berlanjut

ilustrasi

ilustrasi

 


POJOKBANDUNG.com, BANDUNG–Rencana pembangunan jalan tembus Pajajaran-Pasteur yang akan melintasi Tempat Pemakaman Umum (TPU) non Muslim Jalan Pandu mendapat penolakan.

Namun demikian, Wali Kota Bandung Ridwan Kamil mengaku tidak akan mundur. Karena menurut Ridwan Kamil, pembuatan jalan sepanjang 700 meter itu demi kepentingan masyarakat.

“Yang kita minta bukan untuk pribadi tapi kepentingan masyarakat. Jadi, ya terus jalan,” ujar Ridwan Kamil kepada wartawan, Kamis (7/1).

Sebab itu, Ridwan Kamil akan terus melakukan sosialisasi kepada 600 ahli waris makam yang bakal terkena gusuran untuk memenuhi lebar jalan 12 meter. Bukan sekadar itu, Ridwan Kamil akan melobi dan berkomunikasi ke masyarakat sekitar yang khawatir terkena dampak pembangunan.

“Dalam pembangunan selalu saja ada dinamika, intinya orang tidak mau berubah setiap ada berita perubahan dan cenderung takut. Jadi tinggal dikomunikasikan sesuai aspirasi, yang penting kita taat asas taat aturan dan berkeadilan,” tuturnya.

Pembangunan di area kuburan lanjut dia, sebenarnya bukan hal baru. Sudah banyak jalan-jalan protokol yang dibangun dengan cara memindahkan kuburan. Salah satunya adalah interchange KM 149 di Gedebage.

“Supaya dari Pasteur bisa potong kompas ke Pajajaran sehingga bisa mengurangi beban di jalur kemacetan,” tuturnya.

Sementara, Ketua RT 5 RW 03 Kelurahan Pamoyanan, Kecamatan Cicendo, Suryanto dengan tegas menolak pembangunan jalan tembus tersebut.

“Saya enggak bisa membayangkan macetnya seperti apa,” terang Suryanto.

Suryanto menambahkan, kemacetan pasti terjadi ketika ada pemakaman jenasah, dan akan lebih parah lagi jika di lokasi tersebut dibuat jalan umum.

“Belum lagi ada yang sekolah ada yang ke gereja juga,” papar dia.
Alasan lain penolakan pembangunan diungkapkan Tono (46). Dia khawatir mata pencahariannya terganggu, karena selama ini dia menjaga dan membersihkan beberapa makam di TPU Pandu.

“Nanti penghasilan saya dari mana? Saya sudah lebih dari 20 tahun menjadi penjaga makam,” ungkapnya.

(mur)

Loading...

loading...

Feeds