Rencana Pengadaan 50 Laptop Anggota DPRD Kab Bandung Menuai Kontroversi

DPRD Kab Bandung

DPRD Kab Bandung

POJOKBANDUNG.com, SOREANG– Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Bandung berencana membeli 50 unit laptop. Rencana tersebut, menuai kontroversi karena dipandang tidak terlalu urgen.


“Saat ini, kondisi ekonomi sedang labil, Masyarakat banyak yang sedang kesusahan, ini malah membeli laptop,” tutur Ketua Komite Peduli Jawa Barat (KPJB) Kabupaten Bandung, Lili Muslihat, Rabu (6/1).

Dia memandang, Laptop bukan merupakan keperluan mendesak bagi anggota DPRD, terlebih banyak diantara mereka sudah mempunyai barang tersebut.

Kalaupun laptop dipandang untuk penunjang kinerja, maka bisa menggunakan smart phone atau android yang sudah terdapat fasiltas seperti laptop.

“Zaman sekarang ini, jangankan anggota dewan, rakyat jelata yang pas-pasan saja pada punya smart phone. Lalu buat apa dewan ini minta dibeliin laptop. Kalau katanya untuk peningkatan kinerja dan untuk gagah-gagahan saja, rasanya sangat lucu,”ujarnya.

Terlebih anggaran yang dikeluarkan untuk membeli laptop cukup besar, mencapai Rp750 juta, dimana setiap anggota DPRd Kabupaten Bandung mendapat jatah satu unit dengan harga RP15 juta.

Sekertaris DPRD Kabupaten Bandung, Slamet Mulyana membenarkan jika pihaknya berencana melakukan pembelian laptop untuk semua anggota DPRD. Namun, ia berdalih rencana pembelian laptop tersebut, bertujuan untuk peningkatan kinerja semua anggota DPRD. Apalagi, di zaman serba komputer seperti sekarang ini laptop akan sangat menunjang kinerja mereka.

“Itu baru rencana saja. Lagi pula untuk menunjang kinerja,”ujarnya.

Disebutkannya, perkembangan zaman yang sudah memasuki era digital mengharuskan semua orang melakukan penyesuaian, termasuk anggota DPRD. Pembelian laptop untuk anggota DPRD itu cukup penting. Seperti misalnya untuk mengakses internet melihat dan mencari informasi mengenai berbagai produk hukum. Seperti mengakses berbagai situs Kantor Kementrian dan lainnya.

“Sekarang itu kan zamannya internet. Informasi apapun bisa kita peroleh lewat internet. Kalau kita tidak terbiasa dengan internet yah kita ketinggalan dong,” ujarnya.

Sedangkan mengenai harganya, kata dia, sudah disesuaikan dengan kondisi ekonomi saat ini. Dimana nilai tukar rupiah yang terus melemah terhadap dolar Amerika Serikat. Sehingga, harganya masih dianggap wajar-wajar saja. (mld)

Loading...

loading...

Feeds