Astaga…Sering Kebanjiran Lima Rumah di Cieunteung Ambruk

Polisi tinjau banjir di Kampung Cieunteung

Polisi tinjau banjir di Kampung Cieunteung

 


POJOKBANDUNG.com, BALEENDAH – Dalam satu pekan terakhir, lima rumah di RW 20 Kampung Cieunteung, Kelurahan Baleendah, Kecamatan Baleendah Kabupaten Bandung ambruk. Kapolsek Baleendah, Kompol Suhari mengatakan, tiga rumah ambruk pada Senin (4/1) lalu dan dua ruma ambruk Rabu (6/1).

“Karena sering terendam banjir, rumah menjadi roboh,”tutur Suhari, Rabu (6/1).

Beruntung tidak ada korban jiwa. Tiga orang pemilik rumah, yakni Jul, Wahyu dan Lilis sudah tidak menempati rumahnya sejak beberapa bulan lalu, sementara dua orang pemilik lainnya yakni Ade dan Ela sedang mengungsi di GOR Kelurahan Baleendah.

Lebih lanjut Suhari mengatakan, Cieunteung saat ini masih terendam banjir dengan ketinggian air sekitar 50 sentimeter. Sebanyak 11 keluarga mengungsi di GOR Kelurahan Baleendah.

“Kebanyakan warga inginnya cepat-cepat pindah dari tempat ini, berharap pembebasan lahan Cieunteung untuk jadi danau retensi ini bukan hanya wacana,” kata Suhari.

Sementara itu, Komisi C DPRD Kabupaten Bandung menggelar rapat koordinasi dengan Dinas PU Bimarga, Dinas SDAPE dan Bapeda Kabupaten Bandung untuk membahas rencana pembangunan danau retensi di Kampung Cieunteung.
Anggota Komisi C DPRD Kabupaten Bandung, Firman B Soemantri mengatakan, rencana pembangfnan danau rentensi di Kampung Cieunteung selama ini tidak melibatkan anggota dewan.

“Jadi kami mengundang SKPD terkait untuk berkoordinasi dan menyamakan perspsi terkait pembangunan danau retensi di Kampung Cieunteung,” ujar Firman.
Dalama waktu dekat ini, phaknya juga berencana BBWS dan PSDA untuk menanyakan rencana detil pembangunan danau retensi tersebut.
“Kami perlu tahu, apakah pembangunan danau retensi itu benar-benar akan menjadisolusi tepat penangulangan banjir atau tidak. Makanya, kami ingin konfirmasi supaya jelas. Karena kami tidak pernah diberi tahu rencana tersebut,kami juga kaget ketika mengetahui pemberitaan jika pembangunan danau retensi sudah mulai pembebasna lahan,”paparnya.
Sejauh ini, menurut Firman, BBWS baru sekadar memberitahukan terkait program pembangunan danau retensi tersebut. Secara detailnya, DPRD belum mengetahui akan seperti apa pembangunannya, dan menelan anggaran berapa.
“Programnya itu mau membebasakan 7,7 hektare lahan lagi. Nah, nanti kalau sudah dibebaskan harus dipikirkan masyarakat Cieuteung mau dikemanakan. Harus disiapkan juga relokasinya, apa memindahkan ke rumah susun atau seperti apa,” terangnya.

Ia mengkhawatirkan, ketika uang pembebasan lahan sudah diberikan kepada warga, kemudian warga mencari tempat tinggal yang lokasinya ilegal.
“Solusinya kan bisa saja, ketika sudah dibayarkan ke warga, tetap ada alternatif tinggal di rusun tapi warga itu bayar,” katanya.(mld)

Loading...

loading...

Feeds