Waduh! Guru TK Gugurkan Kandungan, Suami Polisikan Istrinya

IIustrasi

IIustrasi

POJOKBANBDUNG.com, Seorang guru, sepatutnya harus dapat digugu dan ditiru. Namun tidak untuk Reza Nur Hafsari (28), seorang tenaga pengajar ditingkat Taman Kanak-kanak warga Jl Rajasa Negara no 21 , Kec. Puri , Kab. Mojokerto ini, harus berurusan dengan Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Satreskrim Polres Mojokerto lantaran dilaporkan suaminya dalam kasus menggugurkan kandungan (aborsi).


Dari pengakuan Tutus Mamok Wicahyoh (31), asal Dusun Pilang Rt 04 Rw 02, Desa Mlirip Rowo, Kec. Tarik , Kab. Sidoarjo yang juga suami korban, dirinya mengetahui kejadian tersebut setelah melihat istrinya tidak lagi mengandung. Padahal meski hubungan keduannya sempat tidak harmonis, namun sebelum istrinya memutuskan untuk pulang ke rumah orang tuannya, suami pelaku mengetahui kondisi istrinya tersebut memang dalam kondisi mengandung.

Saat melapor ke Unit PPA Satreskrim Polres Mojokerto, suami pelaku menjelaskan bahwa pelaku telah melakukan aborsi sekitar bulan Oktober 2015 pukul 16.00 di salah satu bidan. Bermula saat pelaku (istri pelapor) berniat meninggalkan rumah dengan membawa anaknya ke rumah orang tuanya.

Selanjutnya, pelapor berusaha menjemput pelaku dan mengajaknya kembali pulang. Tetapi niat pelapor tersebut ditolak oleh pelaku. Keesokan harinya pelaku menghubungi suaminya dan meminta tolong untuk menemani pelaku untuk memeriksakan kondisi kesehatannya ke salah seorang bidan.

“Awalnya pelaku beralasan sedang tidak enak badan dan meminta kepada saya agar mau mengantar untuk periksan ke salah satu bidan,” akunya.

Setelah sampai di rumah praktek bidan, pelaku kemudian menjalani pemeriksaan dan hasilnya istri pelapor diketahui positif hamil. Kabar tersebut rupaya membuat pelaku menjadi kecewa. Bahkan pelaku juga sempat meminta kepada suaminya agar dirinya diijinkan untuk menggugurkan kandungannya.

Namun permintaan pelaku ditolak oleh pelapor. Setelah beberapa hari berjalan, diketahui bahwa pelaku tetap nekat untuk melakukan aborsi. Mendengar kejadian tersebut, pelapor kemudian mencoba melihat secara langsung tentang kondisi kandungan istrinya. Ternyata, setelah dilihat kondisi istrinya sehat-sehat saja dan tidak terlihat kalau istrinya tersebut memang sudah tidak hamil.

Pelapor yang merasa tidak setuju dengan yang sudah dilakukan oleh pelaku kemudian melaporkan kasus tersebut ke Polres Mojokerto. Kasubbag Humas Polres Mojokerto AKP. Sarianto, SH membenarkan tentang adanya laporan tersebut.
“Selanjutnya oleh pihak Satuan Reserse akan dilakukan penyelidikan,” pungkasnya. (no)

Loading...

loading...

Feeds

Indikator Menuju Desa Maju

MAJU desanya, makmur dan sejahtera warganya. Mungkin ini adalah dambaan setiap orang, untuk menciptakan lingkungan yang nyaman. Inilah yang disebut …