Pemburu Babi Ini Ditemukan Tewas Membusuk di Sungai

Ilustrasi. Foto : dok jpnn

Ilustrasi. Foto : dok jpnn

POJOKBANDUNG.com, BATIK NAU – Pemburu babi hutan, Sutrimo (23) warga Desa Paninjau Dusun Limas I, Kecamatan Batik Nau, Bengkulu Utara (BU) ditemukan tak bernyawa, Sabtu (2/1) pagi. Tubuhnya mengapung di permukaan Muara Sungai Serangai, Bengkulu Utara dalam kondisi kembung dan menebarkan bau busuk.


Sutirmo hanyut terbawa arus saat menyebrang sungai,Kamis (31/1) sore lalu. Sejak itu aparat kepolisian menyusir wilayah muara Sungai Serangkai untuk mencarinya. Jenazahnya ditemukan berjarak sekitar 5 kilometer dari titik awal dia hanyut.

Polisi yang melakukan pencarian menyusuri sungai dengan perahu karet pertama kali menemukan jenazah korban. Mayat ditemukan masih mengenakan baju dan celana lengkap dengan ikat pinggang yang digunakannya saat tenggelam. Namun, sepatu dan senapan angin yang dibawa korban sewaktu menyeberangi sungai belum ditemukan. Sekujur tubuh korban juga nampak sudah terkelupas dan membengkak, menandakan ia sudah lama terendam air.

Kapolsek Batik Nau Ipda Welli Wanto Malau menuturkan, pencarian dilakukan melibatkan polisi, TNI, tim Tagana, BPBD Bengkulu Utara dan masyarakat umum. “Kita membagi beberapa tim, termasuk personel yang  menggunakan perahu karet mengitari sepanjang aliran sungai,” kata Welli, Sabtu (2/1).

Saat itu polisi yang menyisiri sungai melihat tubuh korban mengapung dan terbawa arus air mengarah  ke pantai. Seketika perahu kareta dikebut ke arah mayat hingga berhasil digapai dan dinaikkan ke perahu karet lalu dibawa ke pinggir pantai.

“Dari pinggir pantai jenazah kita gotong ke jalan raya lalu menggunakan ambulans dibawa ke Puskesmas Batik Nau untuk dilakukan vsium. Tubuh korban masih bisa dikenali dan memang jenazah yang kita temukan atas nama Sutrimo,” terang Kapolsek.

Korban diduga mengapung lantaran tubuh sudah gembung lantaran 2 hari berada di dalam sungai. Bahkan, diyakini jika tak ditemukan kemarin maka tubuh korban akan terseret arus hingga ke laut.

“Korban ditemukan hanya berjarak 200 meter dari laut menuju muara sungai. Tubuh jenazah waktu itu masih terseret arus. Kalau tak cepat ditemukan dimungkinkan jenazah terus diseret hingga ke laut,” pungkas Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Made Astawa. (qia/dil/jpnn)

Loading...

loading...

Feeds