IMF Prediksi Tahun 2016 Harga Minyak Dunia Akan Anjlok

LEPAS PANTAI: Turunnya harga minyak dunia berdampak signifikan terhadap rencana pembangunan Kepulauan Riau (Kepri) dalam satu tahun ke depan.

LEPAS PANTAI: Turunnya harga minyak dunia berdampak signifikan terhadap rencana pembangunan Kepulauan Riau (Kepri) dalam satu tahun ke depan.

POJOKBANDUNG.com, Harga minyak dunia berpotensi turun ke bawah level USD20 per barel pada 2016, hal tersebut disampaikan oleh International Monetery Fund (IMF). Dalam keterangan tertulisnya, IMF Executive Board Concludes 2015 Article IV Consultation with Iran, lembaga internasional tersebut menyebut harga minyak mentah berpotensi bisa anjlok ke kisaran USD5 hingga USD15 per barel.


Disebutkan juga, anjloknya harga minyak tidak akan berdampak negatif bagi Iran. Di mana pendapatan domestik bruto (PDB) negara tersebut diproyeksi naik menjadi 5,5 persen pada 2017.

“Tingginya produksi minyak, rendahnya biaya perdagangan dan transaksi keuangan dan dipermudahnya akses investasi asing diperkirakan akan meningkatkan PDB (Iran) sekira 4-5,5 persen tahun depan,” jelas IMF, dilansir dari thetrenonline, Selasa (29/12).

November Tahun 2015, Iran menjadi negara dengan cadangan minyak terbesar ke empat di dunia, sudah memiliki 36 juta barel minyak dalam kapal tanker yang akan dijual di 2016. Tapi, hal yang berbeda akan dialami Nigeria. Di mana dalam anggaran 2016 mematok harga minyak mentah USD38 per barel. Nigeria berencana meproduksi 2,2 juta barel per hari pada 2016, dengan demikian negara ini akan menghasulkan USD83,6 juta per hari, atau USD30,5 miliar pada 2016.

Namun, jika harga minyak hanya USD20, Nigeria hanya akan menghasilkan UISD44 juta per hari, atau USD16,06 miliar pada 2016. Artinya, pendapatan minyak Nigeria anjlok 47,4 persen dari yang sudah ditetapkan. Presiden Nigeria Muhammadu Buhari menyebut, minyak akan berkontribusi sebanyak 820 miliar naira ke anggaran negara tersebut, dengan defisit sebesar 2,22 triliun naira yang bisa didanai dari utang.

Kondisi sebenarnya, pendapatan minyak yang sebesar 820 miliar naira (mata uang Nigeria) berkurang 47,4 persen sesuai proyeksi IMF, maka defisit negara tersebut akan naik 388,68 miliar naira menjadi 2,59 triliun naira.

Kebijakan IMF ini bertolak belakang dengan yang diungkapkan the Organisation of Petroleum Exporting Countries (OPEC). Lembaga kartel minyak ini menyebut, harga minyak yang melemah ke posisi terendah dalam tujuh tahun terakhir ini akan segera mengalami kenaikan.

Sekretaris Jenderal OPEC Abdullah al Badri menyebut, harga minyak mentyah jenis brent sudah menyentuh level terendah sejak pertengahan 2014, yakni USD36 per barel.

“Saya sudah berada di industri minyak sepanjang hidup saya. Saya telah melalui enam siklus. Saya pernah melihat harga minyak menjadi sangat mahal. Saya juga pernah melihat harganya murah, dan ini salah satunya. Ini tidak akan berlanjut,” tutur dia. (amd)

Loading...

loading...

Feeds