Dihukum Cambuk, Disoraki Penonton, Mahasiswi Pingsan di Panggung

HUKUMAN CAMBUK: Petugas mengangkat NE, terpidana kasus khalwat usai dicambuk di halaman Masjid Baiturrahim, Ulee Lheu, Banda Aceh, Senin (28/12). Foto: Zulkarnaini/ Rakyat Aceh/JPG

HUKUMAN CAMBUK: Petugas mengangkat NE, terpidana kasus khalwat usai dicambuk di halaman Masjid Baiturrahim, Ulee Lheu, Banda Aceh, Senin (28/12). Foto: Zulkarnaini/ Rakyat Aceh/JPG

POJOKBANDUNG.com, BANDA ACEH – Seorang mahasiswi salah satu perguruan tinggi di Banda Aceh, NE (20), tiba-tiba pingsan usai menjalani hukuman cambuk di Halaman Masjid Baiturahim, Ulee Lheu, Meuraxa, Banda Aceh, Senin (28/12).


Warga Kabupaten Simeulue itu mendapat giliran pertama merasakan cambukan algojo. Setelah pembacaan amar putusan oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU) Mahkamah Syariah Banda Aceh, NE langsung dipanggil untuk menaiki panggung eskekusi. NE (20) dan pasangannya, WS (23), dihukum karena kepergok berbuat mesum.

Terlihat ketegangan di wajah NE yang digiring dua polisi Wilayatul Hisbah (WH) perempuan ke atas panggung. Tak kuasa menahan malu, di altar merah dan kelilingi kain hitam, ia mecoba menutupi wajahnya dengan tangan. Namun karena dia dicambuk dengan posisi duduk simpuh, ia hanya bisa menunduk

Satu persatu cambukan melayang menuju punggung perempuan muda ini. Cambukan pertama mendarat, NE terlihat meringgis. Ayunan rotan kedua ke bahunya sempat membuatnya memegang bahunya sambil menahan sakit.

Cambukan ketiga dan keempat mendarat di punggungnya, membuat NE nyaris tersungkur. Sementara ratusan masyarakat yang hadir menyaksikan, terus menyorakinya.

Setelah cambukan kelima, NE langsung terkulai lemas dan jatuh pingsan di atas panggung. Petugas kesehatan dan Polisi WH perempuan, lantas membawa NE ke dalam ambulance untuk pemeriksaan.

Proses eksekusi terhadap enam pelanggar ini disaksikan oleh ratusan masyarakat dan sejumlah wisatawan yang berkunjung ke Banda Aceh. (mag-64/sam/jpnn)

Loading...

loading...

Feeds