Penyerang Aremania Biadab! Begini Kronologis Eko Diseret dan…Ya Allah

 


POJOKBANDUNG.com, MALANG – Aremania Pujon, Eko Prasetyo, tewas akibat aksi biadab suporter bondo nekat asal Surabaya di Sragen akhir pekan lalu.

Sampai saat ini, detik demi detik kejadian tragis itu masih lekat di ingatan para saksi mata. Salah satunya supir bus rombongan tour Sleman, Sudiono.

“Saya yang berada di bangku depan sebagai sopir, langsung diserbu Bonek (sebutan Sudiono untuk suporter yang menyerang busnya, red) dengan mendobrak sambil membuka pintu,” ungkapnya.

Berhubung ia supir otomatis duduknya berada di sebelah kanan, tapi suporter asal Surabaya berhasil membuka pintu depan sebelah kiri, di posisinya tempat duduknya Eko Prasetyo. Ia melihat sosok yang pertama kali membuka pintu dan menyeret Eko, serta menggeledah dompetnya.

“Saya tahu persis yang menyeret dan menganiaya Eko mempunyai ciri badannya kurus, kecil, tinggi , rambutnya panjang (gondrong), dan berjenggot tipis. Perkiraan suporter yang mengeroyok Eko itu, usianya sekitar pelajar. Kalau wajah saya kurang jelas pasalnya dalam keadaan gelap setelah Subuh,” kata dia panjang lebar.

Ia dan rombongan yang berada di dalam bus hanya bisa berlindung diri dan mengamankan nyawa masing-masing dengan cara tiarap, bersembunyi di kursi bus dengan keadaan kedua tangan memegang kepala.

“Saya dan teman-teman dalam keadaan seperti itu,hanya bisa mengamankan diri, di bawah kursi bus, selama kurang lebih 30 menit. Selain itu, uang saya yang di dompet juga diambil oleh Bonek, begitupun teman lainnya,” terangnya.

Suporter biadab itu begitu banyak, mereka sempat ingin menggulingkan bus dan membakarnya. Namun bus tidak bisa digulingkan. Selang beberapa waktu suporter itu berlarian kembali ke truknya.

“Saya mendengar bonek kabur kembali ke truknya, ada salah satu anggotanya mengetahui kalau rombongan Aremania sudah mendekat. Makanya Bonek takut dan kabur,” imbuhnya.

Setelah suasana aman, ia dan teman-temannya langsung keluar dan bus, dan melihat Eko Prasetyo, sudah terlihat dalam keadaan tidak bernyawa.
“Ketika suasana aman saya dan rombongan perlahan keluar, dan melihat Eko sudah tiada. Terlihat, kondisi Eko kepala dan dadanya pecah akibat dihantam batu besar,” terang dia sembari meneteskan air mata. (MP/sam/jpnn)

Loading...

loading...

Feeds

Indikator Menuju Desa Maju

MAJU desanya, makmur dan sejahtera warganya. Mungkin ini adalah dambaan setiap orang, untuk menciptakan lingkungan yang nyaman. Inilah yang disebut …