Indonesia Ekspor Manufaktur, tapi Kok..Masih Peringkat Terendah di ASEAN

Ilustrasi

Ilustrasi

POJOKBANDUNG.com, Pasca terjadinya krisis ekonomi pada tahun 1998 silam, Indonesia ternyata belum dapat membangkitkan kembali sektor manufaktur. Indonesia menduduki peringkat terendah ekspor manufaktur dibanding negara-negara lainnya di ASEAN.


Menurut Head of Fixed Income Research Mandiri Sekuritas Handy Yunianto, Indonesia saat ini hanya dapat mengandalkan sektor komoditas sebagai salah satu andalan ekspor.Padahal, guna bersaing di Masyarakat Ekonomi ASEAN pada tahun 2016 mendatang, sektor manufaktur merupakan salah satu sektor yang harus dibangkitkan sebagai salah satu sumber pendapatan negara.

“Memang, ekspor komoditas kita salah yang terbesar di ASEAN ya setelah Brunei, 79,6 persen. Namun manufaktur kita terendah, hanya mencapai 8,6 persen,” ujar Handy di Gedung Plaza Mandiri, Jakarta, Senin (21/12).

Saat ini, negara dengan ekspor manufaktur tertinggi di ASEAN adalah Vietnam dengan total ekspor mencapai 76,9 persen, kemudian diikuti oleh Myanmar 62,3 persen, Thailand 62 persen, Filipina 56,68 persen, Singapura 56,6 persen, Malaysia 55,4 persen, dan dua negara terakhir adalah Indonesia 8,6 persen dan Brunei yang mencapai 3,5 persen.

Pada tahun 2016, pemerintah harus mengurangi ketergantungan ekspor barang komoditas dan meningkatkan ekspor manufaktur. Pasalnya, Indonesia tidak lagi dapat berpangku tangan dengan perkembangan China yang akan semakin mengalami penurunan pada tahun 2016 mendatang. Indonesia akan berpangku pada pertumbuhan ekonomi Amerika Serikat yang banyak membutuhkan sektor nonkomoditi hingga 5 tahun mendatang.(amd)

Loading...

loading...

Feeds