Hadapi MEA,‎ ASN Harus Reformis

Ilustrasi

Ilustrasi

POJOKBANDUNG.com, JAKARTA- Indonesia akan memasuki babak baru ASEAN Economic Community atau Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA). Itu sebabnya good governance  sangat penting ‎dalam meningkatkan daya tarik investasi demi pertumbuhan dan pembangunan ekonomi di Indonesia.


“MEA ditandai dengan pasar tunggal dan berbasis produksi, aliran modal dan terbukanya kesempatan berinvestasi tanpa batas, serta persaingan tenaga kerja yang berkompeten.” tutur Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (MenPAN-RB) Yuddy Chrisnandi dalam orasi ilmiah wisuda Universitas Muhammadiyah Prof. Dr. Hamka di JCC Senayan, Minggu (20/12).

Lanjut guru besar FISIP Unas ini, Indonesia dinilai sangat layak untuk mempimpin ASEAN. Hal ini dilihat dari laju ekonomi dan pertumbuhan populasi sebagai jaminan tersedianya sumber daya manusia, lokasi strategis dan sumber daya alam yang seolah tanpa batas, serta daya tarik kehidupan demokrasi dan stabilitas politik.

“Untuk menghadapi MEA, beberapa upaya telah dilakukan pemerintah (KemenPAN-RB) dalam rangka reformasi manajemen ASN. Hal ini berguna untuk menjadikan manajemen sumber daya aparatur lebih profesional, dan transparan sesuai kualifikasi, kompetensi, kinerja secara adil dan wajar,” paparnya.

Sebagaimana reformasi bermakna perubahan terhadap sebuah sistem yang sudah ada, ASN juga dituntut bisa menyesuaikan diri terhadap upaya-upaya perubahan sebagai bagian dari pelaksanaan reformasi birokrasi. Peran strategis ASN sebagai pelaksana reformasi birokrasi di Indonesia menuntut ASN untuk tidak hanya melibatkan perubahan perilaku dan proses pembelajaran terhadap perubahan itu sendiri, tetapi juga menyangkut pengambilan-pengambilan keputusan secara profesional yang berdampak pada terlaksananya reformasi birokrasi.‎ (esy/jpnn)

Loading...

loading...

Feeds