GAWAT! Pengguna Narkoba 1,9 Juta Orang Adalah Pelajar

Ilustrasi sabu

Ilustrasi sabu

POJOKBANDUNG.com, BOJONGSOANG –  Penyalahgunaan nakotika dan obat-obatan di kalangan remaja sudah mengkhawatirkan. Perlu langkah-langkah pencegahan supaya generasi penerus bangsa tidak dirusak oleh narkoba.


Kabid Pencegahan dan Pemberdayaan Masyarakat (P2M) BNNP Jawa Barat Wuryanto Sugiri, mengatakan, keingintahuan remaja atau anak usia sekolah, menyebabkan mereka rentan menjadi korban peredaran narkoba.

“Untuk tahun ini, ada sekitar 1,9 juta pelajar yang menjadi pengguna narkoba. Memang tiap tahunnya angka penyalahgunaan nakoba di kalangan pelajar terus mengalami peningkatan,”utur Wuryanto, ketika diwawancara selepas  Penyuluhan Bahaya Narkoba di Kampus Telkom University, Sabtu (19/12).

Bahkan, tercatat juga 800ribu sampai satu juta pelajar pernah mencoba menggunakan narkoba. Pasalnya, saat ini bisa dikatakan narkoba sudah menjadi gaya hidup.

“Bedasakan usia, pengguna narkoba berada antara 25-35 tahun, itu usia produktif. Memang sudah menjadi gaya hidup. Semakin tingi pendapatan, potensi penggunaan nakoba semakin tinggi,dari tidak kepikiran menjadi kepikiran menggunakan narkoba,”paparnyya.

Dari sisi jenis, narkoba yang sering digunakan adalah ganja, karena harga murah dan cenderungg mudah untuk didapatkan.

Dengan tingginya angka penggunaan narkoba di kalangan pelajar, perlu dilakukan langkah-langgkah pencegahan. Salah satunya adalah melakukan penyuluhan dan sosialsiasi bahaya narkoba kepada peelajar.

“Setelah diberi pemahaman akan bahaya narkoba, mudah-mudahan bisa menyadari dan menyettakan tidak akan mencoba apalagi menggunakan narkoba,”katanya.

Selain itu, sekolah tempat mengenyam pendidikan pelajar, harus bisa mengenali gejala-gejala pengguna narkoba, sehingga jika ada indikasi anak didiknya menggunakan narkoba, bisa segera diselamatkan.

“Jika ada anak terlihat selalu mengantuk, atau tidak bersemangat, harus dicurigai,”katanya.

VP secondary & vocational Education tekol Foundation, YanuardiKusuma Baskoro, mengatakan salah satu program yang dimiliki oleh Yayasan Telkom, telah menyatakan perang terhadap narkoba.

“Mulai tahun depan, untuk masuk ke sekolah dibawah Yayasan Pendidiakn elkom, harus mnyertakan surat bebas narkoba. Tes urine bagi pelajar juga akan secara continue dilakukan,”ujar Yanuardi.

Sejauh ini, kata Yanuardi belum ditemukan adanya anak didik dibawah naungan Yayasan Pendidikan Telkom yang terlibat narkoba.

“Kalaupun nanti ada yang terlibat, tentu kami akan mengambil tindakan. Tapi kalau hanya sebagai korban, kami hanya akan memberinya cuti untuk mengikuti rehabilitasi,setelah sembuh bisa kembali lagi sskolah,jika sudah masuk dalam jaringan pengedar, maka itu sudah masuk dalam ranah hukum pidana,”katanya. (mld)

Loading...

loading...

Feeds