Kisah Buwas: Demi Keadilan Rela Kehilangan Bintang Dua

buwas

buwas

 


POJOKBANDUNG.com, BOGOR – Mungkin tak banyak laki-laki bisa mempertahankan komitmennya. Hanya diberi cobaan atau iming-iming sedikit, banyak dari mereka langsung berganti haluan.

Apalagi ketika di hidup tengah-tengah lingkungan yang koruptif. Kejujuran dan hawa nafsu berperang hebat.

Nah, ada kisah pendek dari Komisaris Jenderal Budi Waseso. Pria yang akrab disapa Buwas ini berani dan tegas dalam menjalani tanggung jawab yang diberikan kepadanya.

“Untuk apa takut, kita harus bertanggung jawab atas apa yang dilakukan,” ucap Buwas saat diskusi dengan awak media di Bogor, Sabtu (19/12)

Sebagai nakhoda anyar Badan Narkotika Nasional (BNN), pria kepala lima ini selalu mengatakan kepada anak buahnya agar tidak takut selama memegang teguh kebenaran. Apalagi ketika menegakkan hukum.

“Saya bilang ke anggota, jangan ragu kalau benar,” tegasnya.

Buwas mengakui, masih ada penegak hukum Indonesia yang terlalu bertele-tele. Berani berucap tanpa bertindak. Betapa tidak, hanya karena takut dituntut balik, banyak petugas mengurungkan niatnya untuk mengungkap sebuah kasus. Apalagi menyangkut nama-nama besar.

“Jangan takut melanggar HAM, karena setiap penegakan hukum pasti melanggar HAM. Manggil paksa saja itu sudah pelanggaran HAM. Apalagi menembak,” paparnya.
Sebelum bintang tiga melekat di bahunya, dia sering mendapat tekanan dari atasannya. Buwas menceritakan saat di menjabat sebagai Kapolda Gorontalo tahun 2012. Pada waktu itu, pria lulusan Akpol 1984 ini masih berpangkat Brigadir Jenderal.

Dengan bintang satu di bahunya, dia menghadapi seorang Gubernur Gorontalo pada saat itu. Menurut dia, sang gubernur sedikit menyeleweng. Buwas pun melawan.

“Gubernur pada saat itu mengadukan saya kepada Kapolri. Di situ saya tidak jadi naik pangkat. Di situ jugalah saya dimutasi dari Kapolda Gorontalo,” keluhnya.

Benar, sang Gubernur mengadukan Buwas kepada Kapolri. Buwas pun dimutasi menjadi seorang dosen di Perguruan Tinggi Ilmu Kepolisian. “Di sana saya ngajar tembak,” ujarnya.

Meski begitu dia ikhlas. Walau tak berapa lama, Buwas dipanggil kembali menjabat sebagai Kepala Badan Reserse Kriminal Polri. Dalam beberapa bulan menjabat, dia langsung mengobrak-abrik skandal korupsi di PT. Pelindo II yang mengkibatkan negara merugi puluhan miliar.

Tak tanggung-tanggung, di tangannya dia langsung menghantam pejabat teras di tubuh Pelindo II. “Setiap pagi saya selalu tanya ke penyidik, gimana perkembangannya. Sampai mana sudah diperiksa,” jelasnya.

Meski di tengah jalan, Buwas harus rela dipindahkan lagi sebagai Kepala BNN. Sampai detik ini Buwas hanya tersenyum ketika ditanya mengapa dirinya dipindahkan.

Lalu dia menceritakan, bahwa dalam tubuh Polri sangat rentan dengan intervensi. Apalagi ketika tengah menghadapi penjahat berdasi yang dekat dengan tampuk pemimpin negeri. Buwas tak sungkan-sungkan menyebutkan, siapapun harus bersiap setengah jabatan dan kedudukan bisa digadaikan. (jpnn)

Loading...

loading...

Feeds

Maksimalkan Potensi UMKM dengan Evermos

POJOKBANDUNG.com, BANDUNG – Pemerintah Kota Bandung melalui Dinas Koperasi dan UMKM menjalin kerja sama dengan e-commerce untuk meningkatkan penjualan para …

Telkomsel Gelar Dunia Games League 2021

POJOKBANDUNG.com, JAKARTA – Telkomsel terus bergerak maju menegaskan komitmennya sebagai enabler dalam ekosistem esports Tanah Air melalui penyelenggaraan Dunia Games …