Waduh! Ada Apotek dan Balai Pengobatan di Cimahi Langgar Perizinan

Ilustrasi

Ilustrasi

POJOKBANDUNG.com, Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Cimahi mewacanakan akan menindak apotik serta balai pengobatan yang yang tidak sesuai dengan prosedur yang berlaku. Pihaknya mencurigai ada beberapa balai pengobatan serta apotek yang tidak sesuai dengan Perda.


Hal ini dilakukan agar para pemilik tempat tersebut bisa tertib administrasi dan teknis. Demikian disampaikan Kasatpol PP, Aris Permono saat ditemui di Jln. Amir Mahmud, belum lama ini.

“Dicurigai banyak balai pengobatan ini menerima pasien dengan rawat inap. Padahal seharusnya ke puskesmas atau ke rumah sakit,” ujarnya.

Dia menerangkan, secara normatif  aturan-aturan tentang pengadaan apotek dan balai pengobatan tertuang dalam Peraturan Daerah. Termasuk pengadaan fasilitas seperti ruang tunggu, tempat pemeriksaan pasien dan lainnya.

“Apotek dan balai pengobatan itu secara normatif dalam Perda-nya itu ada. Termasuk ketentuan-ketentuan bagaimana ruangannya, tempat tidur untuk pemeriksaan dan ruang tunggunya,” imbuhnya.

Rencananya, pihaknya akan bekerjasama dengan Dinas
Kesehatan untuk mengetahui aturan dan standar yang sesuai. Sekaligus mencari tahu balai pengobatan dan apotik yang diduga tidak sesuai ketentuan.

“Itu yang akan kami rapatkan dengan Dinkes untuk mengetahui aturan dan standarnya,” ucapnya.

“untuk apotik, didalamnya harus ada lulusan farmasi. Jika tidak ada lulusan farmasi, jelas itu melanggar ketentuan yang ada,” lanjutnya.

Selain ketentuan administrasi dan teknis, pihaknya juga akan menindak jika ada oknum dokter tak berizin dan obat-obatan yang tidak diperbolehkan untuk dijual.

“Kalau dokternya tidak puyna izin praktik itu juga bermasalah termausk obat-obatan. Tapi secara spesifik kami belum mempelajari lebih dalam karna harus rapat dulu,” ucapnya.

Aris menegaskan, pihaknya punya kewenangan untuk menindak dan akan melakukan sosialisasi terhadap para pemilik apotik dan balai pengobatan tersebut.

“Jelas kami punya hak dan kewenangan untuk menindak. Ma5h
sudah mulai sosiasliasi baik intern SKPD kota cimahi maupun
sosialisasi mungkin ke pelaku usaha,” katanya.

Namun, dikatakannya, pelaksanaan penegakan aturan tersebut tidak bisa dilakukan tahun ini. Selain karena waktunya yang tidak banyak, saat ini juga seluruh anggota Satpol PP sedang disibukan oleh persiapan natal dan tahun baru.

“Saya harap tahun depan sudah bisa dilakukan, karena sekarang sudah mepet pengamanan natal dan tahun baru,” pungkasnya. (bbb)

Loading...

loading...

Feeds

Indikator Menuju Desa Maju

MAJU desanya, makmur dan sejahtera warganya. Mungkin ini adalah dambaan setiap orang, untuk menciptakan lingkungan yang nyaman. Inilah yang disebut …