Hakim Ungkap Fakta Kasus Tewasnya Mahasiswa, Novaldy

Ilustrasi

Ilustrasi

 


POJOKBANDUNG.com,BANDUNG–Majelis Hakim Pengadilan Negeri Kelas 1A Bandung mengungkap fakta hukum kasus kecelakaan lalulintas hingga menewaskan mahasiswa Novaldy Pahlevi Munggaran (21) pada Rabu 24 Juni 2015 silam.

Pada sidang vonis dengan terdakwa AS (17), majelis hakim menetapkan hukuman percobaan selama delapan bulan. AS tidak terbukti telah melakukan kelalaian yang berimbas pada kecelakaan dan menewaskan Novaldy.

AS dianggap pantas dihukum percobaan, karena melangar pasal yang mengatur tentang kelengkapan saat berkendara dikarenakan AS saat kejadian membawa sepeda motor yang membonceng Novaldy tanpa menggunakan helm dan memiliki SIM.

“Alhamdullilah AS hanya divonis hukuman percobaan delapan bulan saja. Tapi dalam sidang ini hakim memastikan ada fakta jika itu bukan kecelakaan tunggal melainkan ditabrak dari belakang sesuai fakta di lapangan saat itu,” ujar orang tua Novaldy Ahmad Danal Ruseno, Jumat (18/12).

Menurut Ahmad, adanya pemaparan fakta dari majelis hakim, pihaknya semakin optimis untuk kembali mencari keadilan atas kematian anaknya tersebut.

Dia meyakini, anaknya meninggal karena ditabrak dari belakang oleh mobil Grand Vitara yang dikendarai pria bernama Rimau S Alqara sesuai kesaksian dan fakta di lokasi kejadian.

“Setelah tujuh hari putusan itu inkrah maka saya akan membawa bukti baru ke kepolisian berupa fakta persidangan ini. Karena selama ini kasus anak saya di kepolisian,” ungkapnya.

Seperti diketahui, kecelakaan bermula saat Novaldy, AS, dan Dedi Yusuf berboncengan dengan menggunakan sepeda motor Yamaha Fino D 5890 ZBT. Saat berada di Jalan Laswi ketiganya terlibat kejar – kejaran dengan mobil Grand Vitara yang dikemudikan Rimau S Alqara hingga ke Jalan Gatot Subroto.

Saat kejar-kejaran itu, Novaldy sempat melempar batu ke mobil Rimau yang mengakibatkan kaca retak. Tak terima dengan hal tersebut Rimau mengejar hingga menabrakan mobilnya pada bagian belakang motor korban. Akibatnya motor oleng dan ketiganya terpental. Dalam kejadian tersebut Novaldy meninggal dunia sementara AS dan Dedi Yusuf mengalami luka berat.

Kasus tersebut bergulir di kepolisian, anehnya dalam proses penyelidikan polisi sama sekali tidak menetapkan Rimau sebagai tersangka dan malah menyeret AS sebagai pelaku karena membawa motor secara lalai hingga menyebabkan Novaldy meninggal dunia.

(cesar)

Loading...

loading...

Feeds