BAU! Warga Soreang Keluhkan Buruknya Pelayanan Angkutan Sampah Pemkab

sampah menumpuk akibat buruknya pelayanan angkutan sampah di Soreang. (mildan)

sampah menumpuk akibat buruknya pelayanan angkutan sampah di Soreang. (mildan)

POJOKBANDUNG.com, SOREANG– Warga Kecamatan Soreang Kabupaten Bandung mengeluhkan buruknya pelayanan angkutan sampah dari Dinas Tata Ruang dan Kebersihan Kabupaten Bandung, sudah hampir tiga pekan ini, sampah dibiarkan menumpuk tanpa diangkut.


“Sudah hampir satu bulan ini, sampah tidak diangkut akhirnya menumpuk,” tutur Supriadi, warga Desa Cingcin Kecamatan Soreang, Jumat (18/12).

Padahal, biasanya sampah diangkut satu pekan dua kali, namun dalam beberapa pekan truk pengangkut sampah tidak terlihat. Akibatnya, sampah menjadi menumpuk dan menyebabkan bau tidak sedap.

“Padahal sekarang musim hujan, sampah yang menumpuk jadi dikerumunin lalat dan belatung,”ujarnya.

Hal yang sama dikeluhkan Zezen Zainal Mutaqin, warga Komplek Parahyangan Kencana. Diungkapkannya, sampah di komplek tersebut sudah menumpuk di depan rumah-rumah warga.

“Sudah ada tiga minggu mah tidak diangkut, jadinya bikin kumuh. Padahal iuran sampah tiap bulan selalu dibayar, tapi kenapa pelayanannya jelek gini,”ujarnya.

Selain menjadi pemandangan yang menjijikan, kata Zaenal, jika tak kunjung diangkut, warga khawatir tumpukan sampah disetiap rumah ini menimbulkan bibiit penyakit. Apalagi, tumpukan sampah itu tak jarang diacak-acak oleh pencari barang bekas serta binatang yang mencari sisa makanan.

“Kalau dibiarkan numpuk depan rumah, selain khawatir jadi sumber penyakit, juga sering diacak-acak sama pencari barang bekas dan binatang yang cari sisa makanan. Akibatnya sampah jadi berantakan kemana-mana,”ujarnya.

Dengan keadaan seperti ini, kata Zaenal, tentunya ia dan warga di perumahan itu sangat kesal. Padahal, setiap bulan mereka selalu membayar iuran kebersihan melalui RT setempat. Tapi kenyataannya, penarikan sampah di perumahan tersebut dan pemukiman warga lainnya, tak pernah ada kejelasan.

“Karena jadwal yang enggak tentu serta sudah lama tak diangkut. Tidak sedikit warga yang menyimpan dulu sampahnya itu di halaman rumah. Karena kalau diluar pagar selalu diacak-acak pencari barang bekas dan binatang. Kalau misalnya petugas sampah itu merasa iuran dari warga tak sepadan, kami tidak keberatan untuk dinaikan nilainya, asalkan diimbangi dengan peningkatan pelayanan,”katanya.

Sampai berita ini diturunkan, belum ada tanggapan dari Dinas Perumahan Tata Ruang dan Kebersihan Kabupaten Bandung, Kepala Dinas Erwin Rinaldi tidak merespon pesan singkat yang dikirim, dihubungi melalui telepon selulernya juga tidak diangkat. (mld)

Loading...

loading...

Feeds

Sosok Habib Rizieq di Mata UAS

POJOKBANDUNG.com – Ustadz Abdull Somad (UAS) memberikan pandangannya terhadap sosok Habib Rizieq Shihab. Imam besar Front Pembela Islam (FPI) itu …