Polisi Tanya BPBD dan Badan Geologi Soal Longsor di Dago Spring Hill

POJOKBANDUNG.com, CIMENYAN– Kapolres Bandung, AKBP Erwin Kurniawan masih melakukan penyelidikan kasus hancurnya rumah mewah di Perumahan Dago Spring Hill, no 192 RT 03/07 Kecamatan Cimenyan Kabupaten Bandung, tadi malam.


Menurut Erwin, pihaknya akan berkoordinasi dengan BPBD Basarnas dan Badan Geologi untuk melihat bagaimana pegerakan tanah di atas rumah tersebut, karena di kawasan ini sering tejadi longsor.

“Kita akan koorndinasi dengan BPBD Basarnas dan Badan geologi untuk melihat bagaimana pegerakan tanah diatas, karena di sini sering tejadi longsor. Kita akan menyimpulkan kondisi tanah di sekitar sini, hasilnya akan jadi keterangan saksi dalam proses penyidikan dan penyelidikan,” paparnya.

Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten Bandung belum bisa dimintai keterangan terkait kejadian tersebut. Kepala Pelaksana Harian BPBD Kabupaten Bandung, Tata Irawan tidak ada di kantor. Beberapa staf tidak mengetahui kronologis kejadian.

“Pak Kalak sedang ke LIPI. Memang tadi malam ada longsor di Dago Spring Hill, kami baru mendapat laporan sekitar pukul 19.00, tim URC langsung ke lokasi, sampai sekarang belum memberikan laporan lengka proses evakuasinya,” ujar salah seorang petugas Pusdal Off BPBD Kabupaten Bandung.

Hujan deras yang mengguyur pada Selasa (15/12) sore membuat rumah di Perumahan Dago Spring Hill, nomor 192 RT 03/07 Kecamatan Cimenyan Kabupaten Bandung jebol akibat tertimpa fondasi rumah di atasnya. Seorang Pembantu Rumah Tangga tewas dalam kejadian tersebu, satu orang lagi patah tulang.

Kapolres Bandung, AKBP Erwin Kurniawan, mengatakan kejadian tersebut terjadi sekitar pukul 18.00, ketika hujan lebat mengguyur wilayah Bandung dan sekitarnya.

“Kemungkinan, tanah rumah di atas milik Sandy mempunyai beban berlebih karena air hujan, sehingga menyebabkan tembok fondasi jebol dan menimpa rumah di bawahnya,” tutur Erwin, Rabu (16/12).

Akibatnya, seorang pembantu rumah tangga bernama Ade Rohaya (45) tewas tertmpa dinding beton rumah yang jebol tersebut.

“Korban terjepit beton. Posisinya berada di tangga antara lantai satu dan dua, sedang duduk dan memegang tiang tangga,”ungkapnya.

Sementara, pemilik rumah yakni Azis yang merupakan warga negara Malaysia selamat, hanya mengalami patah tulang pada bagian lengannya kerena tertimpa bangunan.

“Penghuni rumah selamat, dia masih sempat lari keluar. Untuk korban meninggal, langsung dibawa ke Rumah Sakit Sartika Asih untuk kepentingan penyidikan dan penyelidikan,” ucapnya.

Evakuasi korban membutuhkan waktu lebih dari enam jam, dimana jenazah Ade baru bisa dikeluarkan pada Rabu (16/12) sekira pukul 00.30. Lamanya proses evakuasi, dikarenakan menunggu Petugas Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bandung.
(mld/cesar)

Loading...

loading...

Feeds