Panglima Geng Motor di Bandung, Divonis Enam Tahun Penjara

Ilustrasi

Ilustrasi

 


POJOKBANDUNG.com, BANDUNG–Gara-gara menyiksa korbannya hingga tewas, panglima geng motor berinisial I alias Giwang (23), divonis hukuman enam tahun penjara. Dalam persidangan itu, Giwang terbukti menganiaya Febri Ramadhan alias Rama (22) hingga Febri meninggal dunia.

Ketua Majelis Hakim Pengadilan Negeri Kelas 1A Bandung Lian Sibarani menyatakan, terdakwa terbukti secara sah dan meyakinkan melanggar pasal 351 ayat 3 Kitab Undang Undang Hukum Pidana (KUHP).

Kuasa hukum terdakwa Sastrianta Sembiring menilai, putusan majelis hakim yang menyatakan kliennya bersalah melanggar pasal 351 ayat 3, kurang tepat. Seharusnya, kata dia, terdakwa dijerat dengan pasal 351 ayat (2) KUHP.

“Harusnya terdakwa lebih cocok dijerat pasal 351 ayat (2). Karena, terdakwa melakukan penganiayaan yang sebabkan luka berat,” ujar Sembiring di Pengadilan Negeri Kelas 1A Jalan LLRE Martadinata Bandung, Rabu (16/12/2015).

Menurut Sembiring, vonis yang diterima kliennya lebih rendah dari tuntutan jaksa yaitu 10 tahun. Atas vonis yang diterima, pihaknya menyatakan pikir-pikir.

Peristiwa penganiayaan yang dilakukan terdakwa terjadi pada 6 Juli 2015 lalu. Insiden itu berawal ketika terdakwa meminta ponsel dari tangan korban, sebagai hasil rampasan dari saudaranya, Diki.

Namun, saat diminta, korban Febri berkelit dan tak mengakui hasil rampasannya. Kesal dengan alasan korban, pelaku pun kalap dan langsung menganiaya korban di lapangan volly samping rel kereta api di Jalan Mekarsari RT 001/RW 017 Kelurahan Babakan Sari, Kecamatan Kiaracondong, Kota Bandung.

Terdakwa langsung memukul bagian perut korban dengan linggis yang sudah disiapkan sebelumnya, sebanyak dua kali.
Pada pukulan pertama, korban tetap berdiri. Setelah dipukul memakai linggis untuk kedua kalinya, akhirnya korban jatuh dan tak sadarkan diri. Terdakwa dan teman – temanya membawa korban ke Puskesmas Kiaracondong. Disana, korban sempat mendapatkan perawatan selama satu hari namun dirujuk ke RSHS Bandung.

Keesokan harinya, terdakwa melarikan diri ke Pamengpeuk setelah mendapat kabar bahwa korban meninggal dunia. Pada 9 Juli 2015, tersangka dilaporkan oleh Mukholil yang menjadi saksi kekerasan tersebut, ke Mapolsekta Kiaracondong. Beberapa hari setelah dilaporkan, terdakwa berhasil dibekuk.
(cesar)

Loading...

loading...

Feeds