Wow, Nilai Investasi Kab Bandung Tembus Rp 6,22 Triliun

uang rupiah

uang rupiah

POJOKBANDUNG.com, SOREANG– Hingga triwulan ketiga, nilai investasi Kabupaten Bandung 2015 sudah mencapai Rp 6,22 triliun. Dimungkinkan nilai investasi akan bertambah mengingat laporan pertumbuhan invstasi triwulan empat belum direkap.


Kepala bIdang Pengenalian dan Kerjasama Penanaman modal pada Badan Penanaman Modal dan Perizinan Kabupaten Bandung, Lilis Nurhaati mengatakan, total nilai invesasi baru bisa diketahui awal Januari 2016 mendatang.

“Memang untuk triwulan keempat belum masuk laoran, masih dalam pengerjaan,” tutur Lilis, Selasa (15/12).

Pada triwulan pertama, nilai investasi di Kabupaten Bandung pada tahun ini mencapai Rp3,524 triliun, dimana untuk angka penanaman modal dalam negeri (PMBN) mencapai Rp2,638 triliun dan penanaman modal asing (PMA) sebesar Rp 885 miliar.

Di triwulan kedua, nilai investasi di Kabupaten Bandung mengalami penurunan, dimana realisasinya hanya RP907 miliar yang terdiri atas PMDN sebesar Rp 627 miliar dan PMA Rp 279 miliar. Pada triwulan ketiga tahun ini, realisasi investasi mencapai Rp 1,788 triliun dengan rincian PMDN Rp 1,505 triliun dan PMA Rp 282 miliar.

“Memang untuk triwulan pertama selalu besar dibandingkan triwulan kedua karena ada beberapa perizinan yang diajukan di akhir tahun dan disetujui di triwulan pertama,” ujarnya.

Lilis mengaakan, jika dibandingkan tahun-tahun sebelumnya, nilai investasi di Kabupaten Bandung selalu mengalami kenaikan. Pada 2011 investasi berupa 2.269 proyek terealisasi dengan nilai Rp 3,132 triliun. Pada 2012 terdapat 3.121 proyek dengan nilai investasi Rp 6,302 triliun.

Pada 2013 jumlah proyeknya sempat menurun menjadi 2.468 tetapi nilai investasinya melejit sampai Rp 8,248 triliun.

“Untuk 2013 memang sempat naik, kaena bertepatan dengan adanya hotel sutan raja. Memang nilaii investasinya cukup besar,”ujarnya.

Pada 2014 terdapat 2.534 proyek dengan nilai Rp 6,275 triliun. Sedangkan pada 2015 dalam 3 triwulan, terdapat 1.991 proyek.

“Tahun ini, investasi terbesar ada di Kecamatan Dayeuhkolot dengan nilai Rp 1,6 triliun, disusul Solokanjeruk sebesar Rp 68 miliar, dan Majalaya sebesar Rp 56 miliar. Kalau perusahaan yang eksisting, banyak juga investasi di kecamatan lain,” katanya.

Lilis mengatakan para investor tahun ini kebanyakan berinvestasi di sektor sekunder dan tersier, hampir sama dengan tahun-tahun sebelumnya. Data ini di dapat dari berbagai izin yang dikeluarkan BPMP Kabupaten Bandung dan Laporan Kegiatan Penanaman Modal (LKPM).

Selain perusahaan-perusahaan besar, katanya, BPMP Kabupaten Bandung pun melayani permohonan izin bagi Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM). Namun, akibat terbatasnya sosialisasi, dari 16.433 UMKM di Kabupaten Bandung, baru sekitar 2.000 di antaranya yang sudah dibuatkan izinnya.

“Padahal kalau berkasnya lengkap dan pemilik usahanya datang langsung, izin tersebut dapat selesai 30 menit saja. Sesuai instruksi pimpinan, kami sangat mempermudah perizinan, sesuai dengan prosedur,” katanya.

(mld)

Loading...

loading...

Feeds

Cara Memperbarui Whatsapp GB

POJOKBANDUNG.com–DENGAN menggunakan whatsapp GB tentu akan mendapatkan banyak fitur yang tidak di miliki whatsapp resmi. Pengguna dapat menginstalnya melalui berbagai …