Nah Loh..Mucikari Dijerat Pidana Pencucian Uang

POJOKBANDUNG.com, JAKARTA – Bareskrim menerapkan jeratan pasal berlapis pada mucikari artis. Tidak hanya menggunakan undang-undang (UU) tindak pidana perdagangan orang, lembaga yang dipimpin Komjen Anang Iskandar tersebut menjerat mucikari dengan UU nomor 8/2010 tentang pencegahan dan pemberantasan tindak pidana pencucian uang (TPPU). Harapannya, selain membuat jera mucikari artis, juga membuat mucikari lainnya begidik ketakutan.


Kepala Biro Penerangan Masyarakat (Karopenmas) Irjen Agus Rianto menjelaskan bahwa dari bukti yang dimiliki penyidik, terutama adanya berbagai transaksi elektronik yang masuk dalam rekening mucikari membuat penyidik menerapkan TPPU.

“Targetnya sebenarnya ingin membuat jera, sebab ancaman tidak hanya lima tahun seperti perdagangan orang, namun mencapai 20 tahun. Hukuman yang lebih berat ini diharapkan membuat semuanya berpikir ulang untuk memperdagangangkan orang,” tuturnya.

Dia menerangkan, dengan menerapkan TPPU ada keuntungan lain yang didapatkan, kepolisian juga bisa mendapatkan data yang lebih dalam. Misalnya, siapa saja yang bertransaksi dengan mucikari selama ini. “Ini mengindikasikan pada konsumen prostitusi artis,” ujarnya.

Dengan diketahui siapa yang mengirim uang, maka dapat bisa dilihat adanya kemungkinan penyelenggara negara yang terlibat prostitusi artis. “Kita lihat dalam perjalanan kasusnya, apakah ini ada gratifikasi seks atau tidak,” terangnya.

Lalu, penerima uang tersebut juga dideteksi. Bila, mucikari ini mengirimkan uang ke seseorang dan ternyata profesinya artis. Tentu hal itu bisa memberikan petunjuk adanya perempuan seks komersial (PSK) lainnya. “Kami berupaya membongkar hingga ke akar-akarnya,” tegasnya ditemui di kantor Bareskrim kemarin.

Saat ditanya berapa omset dari prostitusi jaringan Onat dan Ferry, Agus menjelaskan bahwa angka itu belum bisa disebutkan. Namun, yang pasti bisa mencapai miliaran rupiah tiap tahunnya. “Angka pastinya belum bisa diungkap,” tegasnya.

Sementara pengacara Onat dan Ferry, Osner Johnson Sianipar menjelaskan, pihaknya berupaya agar Nikita Mirzani dan Puty Revita ikut terjerat dalam pusaran proses hukum perdagangan manusia tersebut. “Mereka ini tidak hanya korban, namun juga secara aktif meminta mendapatkan konsumen,” terangnya.

Rencananya, dalam persidangan nanti Ferry dan Onat akan berupaya membuktikan bahwa Nikita dan Puty ini bukan sebatas korban. Targetnya, setidaknya keduanya bisa dijerat dengan pasal 55 KUHP atau turut serta melakukan tindakan pidana. “Kami pastikan akan membuktikan itu semua,” jelasnya.

Dia menjelaskan, ada yang perlu diluruskan dalam kasus prostitusi tersebut. Yakni, Ferry dan Onat ini hanya kaki tangan dari lelaki berinisial A, yang beberapa hari lalu telah ditetapkan sebagai tersangka. “F ini bahkan sudah tidak menjadi mucikari selama hampir setahun, tapi ya apeS karena terdesak kebutuhan,” ujarnya.

Sebelumnya, Bareskrim Polri menetapkan A sebagai tersangka baru. Namun, A yang diduga merupakan manajer artis itu tidak diketahui keberadaannya. Kendati penyidik Bareskrim memasukkannya pada daftar pencarian orang (DPO), saying hingga saat ini A belum juga tertangkap. (idr)

Loading...

loading...

Feeds