Gawat! Camat di Kab. Bandung Barat Diminta Piket 24 Jam, Kenapa?

ilustrasi

ilustrasi

POJOKBANDUNG.com, NGAMPRAH – Dalam menghadapi Cuaca ekstrem, Hal itu mengingat potensi bencana longsor dan banjir bandang dimusim hujan saat ini, yang siap menerjang di semua wilayah di Kabupaten Bandung Barat. Bahkan sudah terprediksikan khususnya di beberapa kecamatan yang rawan bencana. 


Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Bandung Barat, Maman S Sunjaya mengimbau Camat dan perangkat kebawahnya untuk mengadakan piket harian selama 24 jam. Kabupaten Bandung Barat kini dalam kondisi siaga bencana.

“Kita mengimbau kepada Camat dan perangkat kebawahnya untuk mengadakan piket harian 2×24 jam. Karena untuk diwilayah KBB itu harus waspada untuk bencana longsor yang sudah kita bisa prediksi sebelumnya,” kata Maman kepada sejumlah wartawan di Lembang, Senin (14/12).

Bahkan, kata dia, ada beberapa Kecamatan rawan longsor yang harus mendapat perhatian seperti Desa Mukapayung Kecamatan Cililin, Desa Bojongsalam Kecamatan Rongga. Pasalnya longsor di daerah tersebut telah menimbulkan banyak korban jiwa yang sudah terjadi beberapa tahun lalu.

“Itu harus jadi perhatian. Karena kita tidak ingin ada korban jiwa lagi. Untuk meminimalisir itu, mulai dari camat, kasi trantib hingga bawahannya harus piket setiap hari,” ungkapnya.

Disinggung terkait status bencana, Maman menegaskan bahwa saat ini Kabupaten Bandung Barat masih siaga bencana. Namun, Pemkab Bandung Barat, kata dia, belum bisa mengeluarkan dana Bantuan Tak Terduga (BTT). Akan tetapi jika terjadi bencana sekala kecil, akan menggunakan anggaran yang ada di Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) masing-masing.

“Untuk di Bandung Barat, sudah siaga bencana tapi belum bisa keluarkan dana BTT, tapi melalui SKPD masing-masing. Seperti DCKTR dengan menurunkan mobil damkar yang bertugas ikut membersihkan material longsoran di akses jalan kabupaten yang terputus yang menghubungkan Desa Puteran Kecamatan Cikalongwetan dan Cipeundeuy yang terjadi sabtu kemarin itu,” ujarnya tanpa menyebutkan besaran angka BTT di tahun 2016.

 
Lanjut Maman mngharapakan, bagaimana juga dirinya berharap agar minimnya bencana yang terjadi, juga dengan cara pencegahan sehingga dapat mengurangi tingkat bencana maupun korban. Dengan menjaga piket yang dilaksanakan di sejumlah Desa dan Kecamatan, ditinya berharap agar warga dapat menperhatikan daerah sekitar.
 
“Ya dengan piket ini agar warga masyarakat dapat lebih waspada dengan keadaan sekitar khususnya untuk daerah uang berpotensi longsor atau banjir, agar dapat selalu siaga sehingga nanti dapat antisipasi lebih dahulu,” pungkasnya, (bie)

Loading...

loading...

Feeds

Momen RAFI 2021, Telkomsel Siaga Maksimalkan Jaringan

POJOKBANDUNG.com, JAKARTA- Telkomsel siap memastikan ketersediaan kualitas jaringan dan layanan yang prima demi menghadirkan pengalaman digital untuk #BukaPintuKebaikan bagi masyarakat …

PDRI Siap Kawal Distribusi KIP Kuliah Merdeka

POJOKBANDUNG.com, BANDUNG – Persaudaraan Dosen Republik Indonesia (PDRI) akan memantau dan mengawal distribusi penyaluran Kartu Indonesia Pintar (KIP) Kuliah Merdeka …